Mereka Pengikut Paulus, Bukan Yesus

Sebuah tulisan dan ulasan dari seorang Muallaf Alexius Handoko ex. murid Pdt Jusuf Roni STT Apostolos , Jakarta yang sekarang menjadi Da'i. Subhanallah !!. Laa Tandza.. Janganlah Ragu saudara saudaruku !!
Cara Yesus mendakwahkan Injil berbeda dengan Paulus.
Paulus menghalalkan segala cara dalam menyebarkan misinya.
Tidak banyak yg paham, bahkan yg mengaku Kristen , bahwa antara nasrani dan Kristen memiliki makna yg berbeda. Nasrani menunjuk pada ajaran yg dibawa oleh orang yg berasal dari Nasareth yaitu Isa as atau Yesus (Mathius 2:23, 21:11; Markus 10:47).
Pengikutnya disebut Nashara/Nashoro (Hawariyun) bukan Kristen seperti yg kita kenal.
Orang Nasrani masih mengikuti mengikuti ajaran tauhid yg diajarkan Yesus (Yohanes 17:3) dan masih menjalankan hukum taurat (Matius 5:17), serta menjalankan ajaran Abraham/Ibrahim yaitu khitan/sunat (Kejadian 17:9), TIDAK MAKAN BABI (Imamat 11:7) dan Tidak minum-minuman keras (Imamat 10:9).
Setelah Nabi Muhammad SAW datang, mereka meleburkan diri / masuk kedalam Islam (Sejarah Gereja, Dr. Berkhof. Dr . I. Engklaar, BPK, hal 75)
Sedangkan Kristen adalah keyakinan yg mempercayai Isa as / Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat (Mesias). Keyakinan Ini berasal dari ucapan PAULUS di Antiokia, kira-kira tahuun 40 M setelah Yesus tiada. Pengikutnya lazim disebut orang Kristen. “Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen”(Kisah Rasul 11:26).
Buku materi Pokok Agam Katolik karangan Dra.Damascena Ari Suarso C.B (Karunika, Jakarta 1985, hal 42) menyebutkan , nama Kristen tidak berasal dari Kristen itu sendiri, melainkan diberikan oleh penguasa Romawi saat itu. Nama Kristen oleh Romawi dipakai untuk mengejek orang yg dipandang budak. Sebutan Kristen juga mengandungarti politik sebagai gerakan mesias(ala Ratu Adil atau Juru Selamat ).
Akidah maupun akhlak diantara keduanya berbeda . Nasrani berakhidah tauhid (meng Esa-kan Tuhan, Tidak ada Tuhan melaikan Allah ) sedangkan Kristen tidak. Dengan meleburnya kaum Nasrani kedalam Islam setelah kedatangan Nabi Muhammad SAW ----seperti yg dikatakan Dr Berkhof diatas ------- maka setelah itu tidak ada lagi kaum Nasrani dimuka bumi. Yang tinggal hanyalah kaum Kristen, pengikut Pulus. Oleh Paulus, yg juga seorang YAHUDI, ajaran Yesus yang awalnya mengakui ketauhidan(meng Esa-kan Tuhan, Tidak ada Tuhan melaikan Allah ) di RUSAK sedemikian rupa hingga banyak banyak sekali hal-hal yg bertentangan dengan PIKIRAN SEHAT. Ayat-ayat Injil dipalsu sedemikian rupa, disisipi kalimat-kalimat yg saling bertentangan, dan ironisnya itu semua diikuti tanpa reserve oleh para pengikutnya.
Dalam hal beribadah misalnya. Orang- orang Kristen sekarang ini melakukan dengan berlutut. Padahal nabi Isa as atau Yesus beribadah dengan bersujud (Mathius 26:39) . Yang berlutut dan berdoa adalah cara Paulus (Kis 21:5, Kis 9:40, Kis 20:36 )
Dalam berdoa,
umat Kristen tidak menengadahkan tangannya, padahal Yesus melakukan hal itu (Matius 14:19; Timotius 2:8).
Saat melaksanakan ritual ibadah, Yesus melakukanya seperti umat terdahulu, yakni membersihkan diri dulu atau berwudhu(Keluaran 40:31), melepaskan alas kaki (Keluaran 3:5), dan menghadap kiblat (1 Raja 8:44;48:2 Taw) 6:34-38 ; Mazmur 5:7; Mat 5:17 ). Kini , hal-hal tersebut tidak mereka lakukan lagi.
Dalam hal kematian,
Mayat orang kristen mengenakan jas lengkap dan dimasukan kedalam peti mati. Tata cara ini sama sekali tidak ada dalilnya dalam Injil ---bid’ah. Nabi Isa atau Yesus ketika wafat dikafani (Lukas 24;12; Yohanes 11:44; Yohanes 20:5)
Kenaifan dan “lucu ” dalam injil , Diantaranya :
- Tuhan kalah ketika bergulat melawan Nabi Yacub as. (Kejadian 32:22-27)
- Anak-anak Tuhan tertarik kepada kecantikan anak-anak manusia, lalu Tuhan Menyesal dan pilu hatinya melihat kejahatan manusia (Kejadian 6:1-8), Malaikat makan roti (Kejadian 19:3)
- Tuhan punya banyak anak (anak-anak) , mailaikatnya bule ?? (karena makan Roti……)
Kemudian ,para nabi yang seharusnya dihormati pun dilecehkan dlm injil .
- Nabi Nuh as. Mabuk-mabukan dan telanjang dalm kemahnya (Kejadian 9:18-27 )
- Nabi Ismail as , berperangai seperti keledai liar (Kejadian 16: 11-12),
- Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya (Kejadian 19:30-38),
- Nai Yakub as. Menipu ayahnya sendiri (Kejadian 27 : 1-46),
- Yahuda menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38:1-30),
- Nabi Daud as. Menghamili istri orang yang akhirnya menurunkan Nabi Isa as atau Yesus (II samuel 11:1- 27; Mathius 1;6),
- Nabi Isa atau Yesus adalah nabi bodoh, idiot, emosional dan berakhlak bejad (Markus 11: 12-14; Yohanes 7 : 8-10; Yohanes 2:4), dan banyak lagi ayat – ayat lain … yg membuat aku selalu bertanya – tanya tentang kebenaran Injil hatiku selalu kecewa dan malu bila membacanya ………
Lebih gila lagi , Paulus berkata :
“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin berlimpah kemuliaaNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa ? “ (Roma 3:7)
Paulus juga berkata :
“Tetapi hukum Taurat ditambahkan supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan dimana dosa bertambah banyak, disana kasi karunia menjadi berlimpah –limpah ” (Roma 5:20)
Itulah sebabnya,dalam menjalankan misinya, umat Kristiani (penyembah Yesus ditiang salib ) mereka sama sekali tidak mengindahkan norma-norma atau hukum yg ada. Semuanya adalah sah . Bahkan dengan semakin banyaknya dosa yg dibuat maka akan kian banyak pula kasih karunia Tuhan berlimpah-limpah.
POKOK ajaran Paulus intisarinya ada 6;
- doktrin Trinitas,
- kepercayaan yg menyebut kan Yesus Juruselamat
- kepercayaan Yesus mati ditiang salib untuk menebus dosa warisan dari Adam as
- keyakinan Yesus telah bangkit dari antara orang mati lalu naik kelangit
- dan kepercayaan Yesus akan datang lagi pada akhir zaman.
Lantas, siapa sebenarnya Paulus itu yang menjadi “penerus” Yesus ?
Injil menyebutkan Paulus adalah musuh Yesus yang telah menyiksa para murid Yesus (Kisah Para Rasul 8:1-29; 26:8-11).
Untuk itu pada saudaraku sebangsa umat Kristiani / Nasrani / Katolik pelajarilah kembali dan renungkanlah Injil yang ada ditanganmu ……dan beranikanlah membaca buku-buku Islam walaupun ada perasaan benci , kesal, jiji, takut, malu, hina,tiada guna, buang-buang waktu ……..seperi yg pernah ku alami .
Jangalah kau mendengarkan Islam / versi Islam dari lingkungan kalian sendiri …. Memang mungkin banyak umat muslim juga tidak beraklahk Islami (Al-quran dan Al Hadist ) , tapi apakah itu yg menjadi penghalang untuk mengetahui kebenaran Allah dan kehidupan akhirat yang kekal ?….
Renungkanlah sekali lagi ….semoga anda mendapat petunjuk dari Allah Subhanahuwata’ala .
Tiada maksud aku menjelek-jelekan Umat Kristen..
apalagi untuk mempermalukan ……sekali lagi Tidak,
Tulisan ini adalah sekedar membagi pengalaman dan penegetahuan yang aku miliki
Selesai
NIKAH BEDA AGAMA
Aturan Allah terkait pernikahan antara Muslim/Muslimat dengan calon pasangan yang mempunyai agama lain, terdapat dalam Surat Al Baqarah ayat 221 :
Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur'an) dari surat Al Baqarah 221 tersebut diriwayatkan dalam hadist, yaitu ketika seorang sahabat Abdilah bin Rawahah, datang kepada Rasulullah menceritakan perbuatannya yang telah memukul hamba perempuannya yang hitam kelam dan jelek karena marah, dia merasa menyesal dan meminta petunjuk Rasulullah. Rasulullah bertanya : "Bagaimana keadaan hamba sahaya tersebut..?", Abdilah menjawab bahwa budaknya itu seorang muslimah yang ta'at,. Rasulullah kembali berkata :"Wahai Abdilah, dia itu adalah seorang yang beriman". Maka Abdilah menimpali :"Demi Zat yang mengutusmu dengan hak, aku akan memerdekakannya dan menikahinya..". Peristiwa tersebut memancing penghinaan dan rasa sinis dari masyarakat, karena menganggap Abdilah menikahi budaknya yang hina dan jelek. Sehubungan dengan hal tersebut turunlah wahyu Allah. Seiring dengan itu Nabi Muhammad SAW bersabda :"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, sebab kecantikan itu akan sirna. Janganlah kamu menikahi wanita karena hartanya, karena suatu sa'at harta tersebut bisa menyesatkan. Nikahilah wanita karena agamanya. Seorang hamba sahaya yang hitam kelam dan jeles parasnya lebih utama sepanjang dia beriman kepada Allah". Bukhari Muslim meriwayatkan hadist :"Wanita dinikahi karena empat perkara : karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah yang mempunyai agama, tentu kamu berbahagia".
Dari Asbabun Nuzul dan hadist Nabi diatas, terlihat bahwa larangan Allah dan anjuran Rasulullah untuk tidak menikahi wanita musyrik, bukanlah merupakan larangan yang ditujukan secara khusus, tapi lebih sebagai pembanding, bahwa dalam ajaran Islam seorang budak wanita yang beriman dan ta'at, dinilai lebih baik dari pasangan anda yang musyrik. Sebaliknya bagi wanita muslimah, pernyataan Allah tersebut lebih ditujukan kepada walinya, bukan kepada orangnya, ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan ajaran ini, pihak wali-lah yang dituntut untuk berperan dalam menerapkannya. Allah terlihat 'mengerti betul' bahwa dalam kasus-kasus pernikahan beda agama, masalahnya sangat kompleks karena banyak menyangkut soal perasaan, cinta dan kasih sayang, suatu hal yang pada dasarnya sering diluar kontrol manusia, makanya secara keseluruhan redaksi ayat itu terkesan bersifat 'mengingatkan', dan diakhiri dengan : Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran, Allah seolah-olah mau mengatakan : "Inilah perintah-Ku, pikirkanlah baik-baik..".
Aturan ini sebenarnya sangat jelas, yaitu memakai kata 'janganlah', artinya jangan itu : dilarang, tidak boleh, tidak diizinkan. Namun ketika sampai kepada penafsiran 'orang-orang musyrik' laki-laki dan wanita, maka muncul perbedaan penafsiran. Umumnya para ulama menyatakan orang musyrik itu adalah yang beragama selain Islam, sedangkan dipihak 'sono' dimotori oleh pemikir-pemikir Islam penganut liberalisme dan pluralisme, 'mempertajam' istilah orang musyrik ini adalah 'kaum musyrik yang bersikap memusuhi Islam' ibaratnya musyrik Makkah pada waktu ayat tersebut diturunkan, seperti pernyataan dibawah ini :
Kalaupun ada larangan PBA (Pernikahan Beda Agama), persoalannya bukan an sich masalah agama. Ada kategori dan variable-variabel sosial yang terkait dalam penafsiran yang bersifat teologis. Memang, ada ayat yang mengatakan, "Janganlah menikahi orang-orang musyrik" (lihat, QS. 2: 221, Red). Dalam bahasa Arab, kosakata al-musyrikat itu menunjuk pada barang atau komunitas tertentu (al-ma'rifah). Ini bukan nakirah, tapi menunjuk pada komunitas tertentu yang ditentang. Al-musyrikat itu kategori sosial, bukan hanya persoalan teologi yang berarti orang yang tidak bertuhan.__Nah, saya kira, orang musyrik yang disinggung dalam ayat itu merupakan gambaran orang-orang Quraisy Mekkah yang sangat agitatif terhadap komunitas umat Islam yang saat itu baru terbentuk. Kita bisa bayangkan, kalau begitu sengit permusuhannya terhadap Islam, bagaimana mungkin kita akan menjadikannya sebagai pasangan hidup? Isu yang paling mendasar dari larangan PBA adalah masalah sosial-politik. Hanya saja, ketika yang berkembang kemudian adalah logika agama, maka konteks sosial-politik munculnya larangan PBA itu menjadi tenggelam oleh hegemoni cara berpikir teologis (Drs. Nuryamin Aini, MA: Fakta Empiris Nikah Beda Agama 22/06/2003 www.islamlib.com)
Marilah kita coba memikirkan ajaran Islam secara sederhana saja bahwa Allah menyampaikan petunjuk-Nya dalam Al-Qur'an bertujuan untuk pedoman kita dalam menjalani kehidupan, termasuk mengatur hubungan antar manusia. Bisa saja secara redaksional aturan tersebut 'direkam' melalui peristiwa-peristiwa yang terjadi diseputar Rasulullah, namun 'bunyi' aturan tersebut tetaplah terdengar sama sampai sekarang. Menafsirkan ayat dengan memilah-milahnya berdasarkan dimensi dan konteks tertentu (seperti kategori sosial dan teologis) bisa menjadi cara 'yang terlalu pintar' dan membuahkan hasil berupa pengertian yang jauh dari bunyi teksnya. Rasanya 'lebih aman' kalau dalam menafsirkan perintah dan larangan Allah, kita selalu terfokus kepada 'apa yang sebenarnya diinginkan Allah' bukan kepada 'apakah ada peluang atau kemungkinan lain dari larangan Allah tersebut' sehingga kita bisa mengarahkan nurani dan pikiran kita untuk menangkapnya secara utuh, dan menutup sebisa mungkin 'lobang-lobang' penafsiran yang meragukan. Cara-cara pemilahan aspek terhadap ajaran Allah mungkin terkesan merupakan sikap yang 'mengakali' ajaran-Nya.
Dalam surat Al Baqarah ayat 221 tersebut dimulai dengan kata : Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Marilah kita tanya Al-Qur'an, apa maksudnya dengan kata 'musyrik' dan apa artinya dengan kata 'beriman'.
67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." 68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Ali Imran)
83. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. 84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri." 85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran)
Secara arti kata, 'musyrik' atau 'syirik' adalah : mempersekutukan sesuatu dengan sesuatu, jadi seseorang yang percaya adanya Tuhan selain, atau bersama Allah, dinamakan dengan musyrik, maka seorang penganut Kristen yang percaya Trinitas, digolongkan sebagai musyrik. Ternyata para ulama Islam berbeda pendapat dengan istilah ini, karena adanya sebutan Allah untuk kelompok orang-orang yang telah diturunkan kitab, yaitu Taurat, Zabur dan Injil, dengan panggilan 'Ahli Kitab' dan dalam surat Al Maaidah ayat 5 dinyatakan :
Dalam prakteknya ditemukan bahwa banyak juga dari sahabat Rasulullah yang melakukan pernikahan beda agama ini, diantaranya Usman bin Affan yang menikahi wanita Kristen, sekalipun pada akhirnya istrinya tersebut masuk Islam. Thalhah bin Zubair juga tercatat menikahi wanita Yahudi.
Namun soal 'Ahli Kitab' ini ada baiknya kita simak ayat-ayat dibawah :
1. Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata, (Al Bayyinah)
Yang menarik adalah antara kedua ayat tersebut orang musyrik digolongkan kepada 'orang kafir', namun Ahli Kitab mempunyai dua pengertian, yaitu : 'orang-orang kafir yakni Ahli Kitab', menunjukkan bahwa Ahli Kitab adalah orang kafir, dan dalam Al Baqarah 105, 'orang-orang kafir dari Ahli Kitab' menunjukkan bahwa tidak semua Ahli Kitab digolongkan sebagai 'al kaafiruun'. Ini diterangkan oleh ayat Al-Qur'an yang lainnya :
113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (Ali Imran)
199. Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya. (Ali Imran)
Jadi apabila Al-Qur'an menyatakan adanya 'Ahli Kitab yang bukan kafir' diindikasikan dengan sikap mereka sesuai apa yang ada dalam ayat diatas, yaitu ; beriman kepada Allah, berlaku lurus, membaca ayat-ayat Allah, sembahyang, tidak menukar ayat-ayat Allah, dll. Diluar itu maka Ahli kitab tersebut termasuk golongan 'orang kafir', segolongan dengan orang musyrik. Ustadz Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah mengibaratkan penyebutan dengan istilah korupsi dan mencuri, Walau substansinya sama, yaitu mengambil sesuatu yang bukan haknya, namun dalam penggunaannya, korupsi biasanya dilakukan oleh pegawai kepentingan publik, sedangkan mencuri disematkan kepada yang 'non pegawai'.
Maka kalau dalam Al-Qur'an, Allah menyampaikan ajaran-Nya dan melarang, artinya jangan adalah jangan, tidak boleh, tidak diizinkan, namun soal larangan nikah beda agama ini Allah menyampaikannya dengan cara yang 'unik', karena menyangkut soal perasaan dan cinta. Namun marilah kita telaah sedikit soal cinta dan kasih sayang terhadap pasangan lawan jenis. Islam mengajarkan bahwa cinta sejati hanya ditujukan kepada Allah, rasa cinta kepada pasangan anda haruslah dalam rangka karena anda mencintai Allah, anda dilarang untuk mabuk cinta, karena mabuk cinta akan 'menomor-duakan' cinta anda kepada Allah.
Ketika anda, atau anak perempuan anda, atau anak laki-laki anda memutuskan untuk menikah dengan pasangannya yang berbeda agama, dan untuk itu dia sanggup menetang orang tuanya, bahkan kalau perlu menantang seluruh dunia agar keinginannya tercapai, apa sebenarnya yang melandasi semangatnya itu..?? apa yang menyebabkan dia mempunyai 'energi yang berlebihan' tersebut..?? apakah alasannya :"Oh.. karena saya ini pengikut Islam Liberal yang menghargai pluralisme.." atau "karena saya ini pengikut setia Nurcholis Madjid atau Ulil Abshar Abdalla.., maka saya mau membuktikannya dengan nikah beda agama", saya pastikan bukan itu alasannya.., karena Nurcholis Madjid, Ulil atau Pluralisme, jauh untuk bisa dijadikan landasan sebuah pernikahan beda agama. Satu-sarunya yang menjadi dasar nikah beda agama adalah adanya rasa cinta terhadap pasangan anda.
Disinilah andil orang tua sangat menentukan, anak anda harus dididik dari kecil untuk memiliki sikap yang tepat terhadap rasa cinta, karena perasaan tersebut 'datang tanpa Assalamualaikum dan pergi tanpa permisi', katakanlah kepada anak-anak anda bahwa cinta itu ibaratnya kentut, kalau sudah datang, susah untuk ditahan, kalaupun anda nekad untuk menahannya, bisa bikin badan meriang dan keringat dingin, perut kembung dan anda bisa sakit. Namun kentut jangan 'dilepas' disembarangan tempat, anda jangan melepasnya ditengah pesta karena bisa 'mengganggu kepentingan umum', anda bisa segera menyingkir ketempat sepi, ke kebun atau toilet, itulah tempat yang tepat untuk melepas kentut. Demikian pula dengan cinta, apabila 'dilepas' kepada sasaran yang tidak tepat, bisa 'mengganggu kepentingan umum' karena prinsipnya suatu perkawinan bukan hanya menyangkut urusan anda berdua saja, tapi semua keluarga anda dan keluarga pasangan anda terkait di dalamnya. sekalipun mungkin membuat anda menjadi lega, tapi percayalah.., itu cuma sesaat, karena bisa jadi beberapa waktu kemudian hasrat cinta itu menghilang dan muncul lagi, dengan sasarang yang lain..Katakanlah kepada anak anda :"Nak..kalau kamu memang mencintai Allah dengan segenap jiwa ragamu, apakah mungkin dalam saat yang sama kamu juga mencintai orang lain yang kemungkinan besar dimurkai Allah karena telah mempersekutukan-Nya..??"
Tentang perasaan cinta yang seolah-olah 'tidak terkendali', percayalah, Allah mengerti betul apa yang anda rasakan :
Kalau kemudian anda 'kepincut' dan kagum dengan tetangga anda, 'si pasangan beda agama' yang hidup rukun dan berbahagia, ingatlah bahwa :
Hidup di dunia ini bukan segala-galanya, Rasulullah mengajarkan bahwa kita ibarat pengembara yang melakukan perjalanan dengan kapal, disuatu pulau kita singgah sebentar untuk mengambil bekal melanjutkan perjalanan. Jangan terpesona dengan kemakmuran dan keindahan pulau tersebut, ambillah bekal yang cukup dan bermanfaat buat melanjutkan perjalanan. Kemudian kita harus melanjutkan perjalanan kita ke tujuan yang telah ditentukan Allah, suka atau tidak suka...
Jumat, 2009 Januari 16
Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!
Sejarah Natal
Chritmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang Kristen didunia, berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Padahal ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus-pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyelenggarakannya.
Perayaan yang masuk kedalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad ke empat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan diseluruh dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar dari Alkitab.
Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang berjudul "Christmas", ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :
"Christmas was not among the earliest festivals of church, the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan custom centering around the January calends gravitated to christmas. "
"Natal bukanlah upacara gereja yang pertama, melainkan ia diyakini berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala & jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."
Masih dalam Encyclopedi itu juga dengan judul "Natal Day" bapak Katolik pertama mengakui bahwa :
"In the Scnptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herold) who make great rejoicings over the day in which they were born into the world. "
"Didalam Kitab Suci, tidak seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanya orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."
Natal Menurut Encyclopedia Americana Tahun 1944
"Christmas...it was according to many authorities, not celebrated in ihe first centuries of the Christian church, as the Christian usage in gene.ral was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth... " (The "Communion", which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "A feast was established in memory of this even (Christ's birth) in the fourth century. In the fifth century the Westem Church ordered it fo be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ's birth existed.
"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut." ("Perjamuan ci" yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) "Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke empat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari". Sebab tidak seorangpun yang mengetahui hari kelahiran Yesus."
Asal usul Natal
Natal berasal dari kepercayaan pen-yembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno dibawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak nabi Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Niniweah dll, serta kerajaan di dunia dengan sistem kehidupan, ekonomi dan dasar-dasar pemerintahan. Nimrod ini adalah seorang pembangkang Tuhan. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya dia mengawini ibu kandungnya sendiri Semiramis.
Setelah Nimrod meninggal, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan ajaran Nimrod bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya telah mati. Adanya pohon Evergreen yang tumbuh diatas sebatang pohon kavu yang telah mati, ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal 25 Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting pohon itu sebagai peringatan hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul Pohon Natal. Melalui pemujaan kepada Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai "Anak Suci dari Surga'. Dari perjalanan sejarah dan pergantian generasi ke generasi dari masakemasa dan dari satu bangsa ke bangsa lainnya, akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini berubah menjadi Mesias Palsu, yaitu berupa Dewa Baal, anak Dewa Matahari.
Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada "Ibu dan anak" (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai dengan bahasa di negara-negara tersebut. Di Mesir dewa-dewi tersebut bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius.
Di Roma bernama Fortuna dan Yupiter, juga di negara-negara lain seperti di China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madona, jauh sebelum Yesus dilahirkan.
Pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika dunia pagan Romawi menerima agama baru yang disebut "Kristen", mereka telah mempunyai kepercayaan dan kebiasaan pemujaan terhadap dewi Madonna jauh sebelum Kristen lahir.
Natal adalah acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang saat itu puluhan abad yang lalu, belum mengenal agama yang benar, dan akhirnya terwariskan sampai sekarang ini. Di Mesir, jauh sebelum Yesus dilahirkan, setiap tahun mereka merayakan kelahiran anak Dewi Isis (Dewi langit) yang mereka percaya lahir pada tanggal 25 Desember.
Para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama, tidak pernah sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember. Dalam Alkitab/Bible, tidak ditemukan walau satu ayatpun Tuhan/ Allah maupun Yesus yang memerintahkan untuk merayakan Natal, sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember, adalah perayaan agama Paganis (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat Kristiani.
Upacara Natal adalah berasal dari ajaran Semiramis istri Nimrod, yang kemudian di lestarikan oleh para penyembah berhala secara turun temurun hingga sekarang ini dengan wajah baru yang disebut Kristen.
Sinterklas
Sinterklas atau Santa Claus sebenarnya bukan ajaran yang berasal dari penganut paganisme (penyembah berhala) maupun Alkitab. Sinterklas adalah ciptaan seorang Pastur yang bernama "Santo Nicolas" yang hidup pada abad ke empat Masehi. Menurut Encyclopedia Britannica halaman 648-649 edisi kesebelas, disebutkan :
"St Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December...a Legend of his surreptitious bestowal bf dowries on the three daughters of an impoverished citizen...is said to have originated the old custom of giving present in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec 6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus."
"St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tgl 6 Desember. Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga orang anak wanita miskin. untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya terkaitlah antara hari Natal dan Sabta Claus.."
Sinterklas Mengajarkan Kebohongan
Dalam ajaran agama manupun, semua orang tua melarang anaknya berbohong. Tetapi menjelang Natal, banyak orang tua yang membohongi anaknya dengan cerita tentang Sinterklas yang memberikan hadiah Natal ketika mereka tidur. Begitu anak-anak mereka bangun pagi, didalam sepatu atau kaos kaki mereka yang digantungkan didepan pintu rumah, telah berisi berbagai permen dan hadiah lainnya. Oleh sebab itu Sinterklas merupakan pembohongan yang dilakukan oleh setan yang menyamar sebagai manusia.
"Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka."(2 Kor 11:14-15)
Pohon Terang
Pohon Terang atau Pohon Natal, samasekali tidak pernah dianjurkan oleh Tuhan maupun Yesus untuk mengadakan atau merayakannya. Itu semua diadopsi dari ajaran agama pagan (kafir kuno). Pohon itu sendiri disebut dengan istilah "Mistleto" yang biasanya dipakai pada perayaan musim panas, sebagai persembahan suci kepada matahari.
Menurut Frederick J. Haskins dalam bukunya Answers to Questions disebutkan:
"The use of Christmas wreaths is believed by outhorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same times as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era."
"Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme) yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen."
Sungguh mengherankan sekali dan sekaligus memprihatinkan, ternyata sebagian besar umat Kristiani tidak mengerti dan tidak menyadari tentang sejarah perayaan Natal dan Pohon Terang.
Mereka begitu antusias menambut kedatangan hari Natal, bahkan jauh jauh hari sebelumnya mereka sudah mempersiapkan dengan biaya yang begitu besar dalam menyambut hari kelahiran Tuhan mereka. Padahal merayakan Natal dengan Pohon Terang samasekali tidak punya dasar atau dalil didalam kitab suci mereka sendiri. Para Pendeta dan Pastur diseluruh dunia bahkan Uskup dan Paus, jika ditanya tentang Natal dan Pohon Terang, pasti akan mengakui bahwa memang tidak ada dalil dan ajaran dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan tidak ada satu ayatpun tertulis didalam Alkitab (Bible) yang memerintahkan untuk merayakannya.
Kata Bibel / Alkitab tentang Pohon Natal
"Beginilah firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsabangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adaIah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat. " Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya Tuhan! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. " (Yeremia 10:2-6)
Ayat-ayat Alkitab tersebut jelas sekali mengatakan bahwa Pohon Terang adalah upacara penyembahan berhala yang tidak bisa berbicara, tidak bisa berbuat jahat dan tidak bisa juga berbuat baik. Tetapi kenapa masih saja disembah oleh sebagian besar umat Kristiani? Jawabnya karena mereka tidak mengerti kandungan kitab sucinya, dan hanya ikut-ikutan apa kata pemimpin agama mereka. Tidak mereka sadari bahwa justru mereka bukan pengikut Yesus yang setia. Pengikut Yesus (Isa) yang sebenarnya adalah ummat Islam!
Apakah Natal Memuliakan Yesus?
"Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada illah mereka? Aku pun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi illah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi illah mereka. (32) Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu Iakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. " (Ulangan 12:30-32)
"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."(Matius 19:8-9)
"Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perin!ah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. " (Markus 7: 7-8)
Merayakan Natal = Melestarikan Kebohongan dan Pemborosan
Menjelang Natal akan bermunculan berbagai iklan di toko-toko, koran, majalah dlsb. Jutaan dolar dan miliaran rupiah dihamburkan untuk promosi berbagai barang dagangan untuk keperluan Natalan. Semuanya dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti "Malaikat Pembawa Terang", padahal tanpa mereka sadari ajaran Yesus mereka telantarkan, karena yang mereka rayakan adalah tradisi ajaran agama kafir kuno, bukan perintah Tuhan ataupun Yesus
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:21-23)
| TANAMAN PANGAN | |||||||||||||||||||||
|
Teknik Bercocok Tanam Padi
Kecamatan Pamotan merupakan salah satu kecamatan yang berada Rembang, dengan kondisi alam yang berbukit - bukit kecamatan pamotan mempunyai potensi alam yang bagus, maka tidak mengherankan jika mayoritas penduduk mengandalkan pendapatanya dari sektor agraris.1. Seleksi Bibit
Untuk mendapatkan kualitas dan hasil panen yang baik, bibit yang dipilih harus bibit yang baik dan bagus. Langkah penyelksian dan pengolahan bibit ini adalah sebagai berikut:
a. Umur padi calon bibit di ambil yang betul-betul sudah matang dan tua
b. Masukkan air kedalam bejana seleksi dan tambahkan garam secukupnya.
c. Masukkan telur bebek kedalam air garam tadi. tunggu sampai telur bebek udah merapung.
d. Kemudian baru masukkan bibit yang sudah diseleksi tadi kedalam air garam tersebut.
e. beberapa diantara bibit tadi ada yang merapung, kemudian yang merapung itu tidak dipakai (dibuang).
f. Bibit yang tenggelam saja yang diambil
2. Menyemai Bibit
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu menentukan media tanam biit atau persemaian bibit. Untuk persemaian bibit perlu diperhatikan beberpa hal antara lain :
a. Tanah yang diambil untuk menyemai bibit harus tanah yang lebih baik dan bagus
b. Untuk media semai bisa kita pakai baki, bejana yang luas dan datar, atau dibuatkan dari papan yang dialas dengan palstik.
c. Campur tanah yang sudah dipilih dengan pupuk kompos atau pukpuk kandang
d. Ratakan tanah di media semai kira-kira ketebalan 2 cm
e. Taburkan bibit yang sudah diseleksi dimedia semai
f. Jaga kelembaban semaian benih.
g. Tunggu sampai benih berumur 10 hari
3. Pengolahan Lahan/Sawah
Sementara kita menunggu bibit sampai berumur 10 hari lahan tempat tanam sudah harus dibereskan atau digarap sedemikian rupa sehingga nanti setelah benih siap tanam tidak terjadi kendala. Untuk pengolahan lahan tersebut sebagai berikut:
a. Sawah yang sudah selesai dipanen jerami atau daun padi bekas panen hendaknya jangan dibakar atau dibuang biarkan lapuk di sawah (lahan) karena ini isa dijadikan kompos.
b. Lahan sudah dibajak diratakan dan dipetak-petak agar kita lebih mudah mengontrol airnya.
c. Lahan diratakan dan usahakan air sawah itu hanya berada di petak artinya air lahan pecak-pecak (lacok-lacok=minang)
d. Garislah lahan dengan ukuran jarak garis 35 cm.
e. Dua hari sebelum tanam lahan di taburi pupuk sebaiknya pupuk yang dipakai adalah pupuk organik.
4. Cara Tanam
Setelah lahan siap tanam, maka bibit yang sudah berumur 10 hari siap di pindahkan ke lahan tanam. Untuk menanam padi caranya sebagai berikut:
a. Untuk bibit yang disemai dalam baki bisa baki langsung diangkat ke lahan siap tanam atau benih diangkat kelahan tanam dengan dicabut dahulu dari media semai (khusus untuk yang dicabut hati-hati jangan sampai padi yang menempel pada benih terlepas)
b. Tanam benih dilahan dengan jarak tanam 35 cm
c. Menanam benih jangan sampai dibenam seperti menanam benih ala konvensional.
d. Ambil benih yang padinya masih menempel dan cukup di letakkan diatas tanah dengan sedikit menggesekkan benih ketanah dan kemudian ditutup dengan tanah setujuk jari.
e. Jaga media tanam jangan samapi digenang air.
5. Perawatan
Untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal harus dilakukan perawatan yang intensif. Dan perawatan yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan perawatan tanam padi yang sudah kita warisi dari nenek moyang terdahulu. Beberapa langkah perawatan yang perlu dilakukan:
a. Setelah padi berumur 10 hari setelah tanam semprot lah dengan pupuk organik (untuk pupuk organik diserahkan kepada kita masing-masing.)
b. Umur 25 hari semprot lagi (pada usia ini padi sudah bisa diberi air yang agak banyak)
c. Umur 40 hari ulangi lagi penyemprotan
d. Umur 60 hari kembali lagi disemprot
e. (atau berilah pupuk seperti biasa kita bertanam padi disini dianjurkan pakai pupuk organik)
f. Pertumbuhan padi yang baik dan bagus adalah untuk satu rumpun menghasilkan 45 sampai dengan 60 batang padi
g. Biasanya padi bisa menghasilkan anak sampai 100 batang, tetapi ukuran itu tidak menghasilkan panen yang maksimal karena akan berpengaruh kepada buah yang dihasilkan.
f. Setelah usia 2 bualan genangilah air sawah agar pertumbuhan anak padi tidak bertambah.
Demikian pembabaran singkat mengenai teknik bercocok tanam padi, mudah-mudahan bermanfaat bagi temen2 yang membacanya.
Agama
Agama Kristen dan Islam sebagai agama
Samawi, mempunyai asal yang sama, namun
selama ini yang lebih dikedepankan adalah
perbedaan dan pertentangan di antara
keduanya, apalagi jika sudah tercampur dengan
pola budaya yang berbeda, seperti Kristen di
Indonesia yang latar budaya Latin (Barat) lebih
tampak dibanding budaya Indonesia. Tulisan ini
mencoba untuk mengenal lebih jauh tentang
Gereja Ortodoks Syria, dan mencari akar
kesamaannya dengan Islam, yang sama-sama
berlatar budaya Timur Tengah, guna menjadi
bahan masukan untuk pengembangan dialog
Islam-Kristen.
Gereja Ortodoks Syria
dan Dialog Islam – Kristen
Oleh Zaenul Arifin*
Kata Kunci: dialog, Gereja Ortodoks Syria, Islam, Kristen, bahasa teologis,
pola ibadah
Pendahuluan
Hubungan Islam-Kristen di Indonesia, pada salah satu aspeknya
mewarisi “beban sejarah” dari para pendahulunya, yaitu para pembawa
kedua agama: Islam hampir identik dengan Arab (Timur Tengah) dan
Kristen dengan Barat. Oleh karena itu, konflik Kristen-Islam, sekalipun
tidak disangkal ada unsur teologis di dalamnya, lebih dominan
dilatarbelakangi oleh pertentangan dua pola budaya tersebut. Terlebih
lagi relasi Barat dan Timur, di kebanyakan negara-negara ketiga (seperti
Indonesia), sering dipahami sebagai relasi “yang menjajah dan yang
terjajah”.
Berangkat dari pergumulan seperti itulah, sejak tahun 1997, Bambang
Noorsena, dengan Insititute for Syriac Christian Studies (ISCS), menawarkan
kekristenan Syria –terutama Gereja Ortodoks Syria - sebagai wacana
dalam menembus “kebuntuan dialog teologis Kristen-Islam”. Menurutnya,
banyak “meeting point” antara Kristen dengan Islam yang dapat
diagendakan dalam dialog kedua iman, baik dari sudut historis, cultural,
maupun teologis. Sejak itu umat Islam maupun Kristen di Indonesia lewat
2 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
berbagai forum dan kajian berusaha untuk mengenal lebih jauh tentang
Gereja Ortodoks Syria ini.
Untuk itu tulisan ini berusaha menguraikan lebih jauh tentang Gereja
Ortodoks Syria baik dari segi sejarah, ajaran, dan terutama, “meeting
point”-nya dengan Islam.
Sejarah dan Perkembangan Gereja Ortodoks Syria
Gereja Ortodoks Syria, nama resminya Idto Suryoyto Treeysath Shubho,
dalam bahasa Inggris, Syriac Orthodox Church,1 - gereja ini di Barat sering
disebut sebagai Jacobit2 atau Monophysit,3 tetapi julukan ini dianggap
menyesatkan. Para pengikut gereja ini lebih menyukai istilah Gereja non
Chalcedonia4 atau Gereja Miafisit 5 yang merupakan salah satu gereja
Kristen tertua yang berakar dari Gereja Antiochia.6
Di kota Anthiochia inilah para pengikut Yesus, untuk pertama kalinya
dijuluki orang Kristen7 Selain dijuluki orang-orang Kristen (para pengikut
Kristus), mereka juga dijuluki orang-orang Syria (Syirians dalam bahasa
Inggris). Nama ini diambil dari nama Cyrus, Raja Persia (559-529 SM.)
yang menaklukkan Babylon (539 SM.) dan membebaskan orang-orang
Yahudi untuk kembali ke Judea. Nama ini disebutkan oleh Nabi Isaiah,
dan dihubungkan dengan Kristus. Sejak itu istilah orang-orang Syria,
dipakai pertama-tama untuk orang-orang Kristen dari Syria (Suriah),
dan kemudian dipakai juga untuk menyebut orang-orang Kristen dari
Mesopotamia, Persia, India, dan Timur Jauh yang masuk Kristen karena
para rasul dan pendeta yang berasal dari Syria.
Nama Syrian digunakan untuk membedakan antara orang-orang
Aram Kristen dan kafir. Istilah “Aramean” sinonim dengan “Kafir”, dan
istilah “Syrian” sinonim dengan “Kristen”. Demikian juga bahasa Aram
disebut bahasa Syria (Syriac). Hingga sekarang ini, orang-orang Kristen
yang memakai bahasa Syria disebut “Suroye”, “Suraye”, “Curcaye”,
sedangkan istilah “Kristen” dipakai untuk orang-orang Kristen Barat.8
Rasul9 Petrus10 dipercaya telah mendirikan sebuah gereja di Antiochia
pada tahun 37 M,11 yang sisa-sisanya sekarang terdapat di Antakya (nama
modern dari Antiochia), Turki. Kelanjutan dari gereja inilah yang
sekarang disebut Gereja Ortodoks Syria.
Antiochia pada zaman Yesus adalah ibukota dari Propinsi Kerajan
Romawi, Syria, dan merupakan pusat perdagangan yang penting. Sebagai
sebuah kota yang terpengaruh budaya Hellenistik, Bahasa Yunani
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 3
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
merupakan bahasa yang umum dipakai masyarakatnya, namun mayoritas
masyarakat di berbagai daerah, terutama yang berada diluar kota memakai
bahasa Syria (Suryani), dialek Edessene, dari bahasa Aram, bahasa yang
dipergunakan Yesus.12 Bahasa inilah yang sampai sekarang dipakai sebagai
bahasa resmi gereja (disamping bahasa lokal seperti bahasa Arab, Kurdi,
Turki, Malayalam, dsb.)13
Gereja Antiochia memainkan suatu peran yang penting pada awal
sejarah Kekristenan. Mereka memainkan peranan dalam tiga konsili yang
pertama, yaitu konsili pada Nicea ( 325 M.), Constantinople ( 381 M.),
dan Ephesus ( 431 M), yang merumuskan doktrin Kristen awal. Setelah
konsili Chalcedon (451 M. ), gereja Anthiochia terpecah menjadi dua,
yang menerima hasil dari konsili Chalchedon disebut Gereja Ortodoks
Timur Anthiochia dan yang menolak dikenal sebagai Idto
SuryoytoTreeysath Shubho (Gereja Ortodoks Syria)14.
Bersama dengan Gereja Alexandria (Koptik), kedua gereja yang
menolak konsili Chalcedon ini, kemudian disebut Gereja Ortodoks
Oriental.15 Selain karena penolakan terhadap keputusan konsili
Chalcedon, sebab lain yang mejadikan perpecahan dalam gereja di Timur
ini adalah kesadaran kebangsaan yang melawan kuasa pusat kekaisaran.16
Akibat dari perpecahan ini, Gereja Ortodoks Syria menjadi gereja
yang paling teraniaya oleh sesama Kristen. Mereka menjadi sasaran fitnah
dan dicap sebagai aliran heresy (sesat) bahkan penganiayaan fisik oleh
pihak Byzantium, dan justru tentara Arab Muslimlah yang membebaskan
mereka.17 Nasib yang sama juga menimpa Gereja Koptik di Mesir. Kisah
gugurnya Menas, Saudara Pathriach Benyamin, pada tahun 632 M. di
tangan Cyrrus, utusan Kaisar Heraklitus, telah mendorong mereka lebih
menyambut pemerintahan Islam sebagai pembebas mereka kira-kira 7
tahun sesudah peristiwa tersebut.18
Ketika umat gereja Syria menolak pemaksaan budaya Yunani, Kaisar
Byzantium mengasingkan Patriach Severus ke Mesir pada tahun 518 M.,
bersamaan dengan penganiayaan uskup dan para imam gereja. Tahta
kepatriachan direbut secara paksa dan ditempatkanlah “pathriachpatriach
boneka kaisar di Syria dan Mesir.19
Kedudukan Patriach Gereja Orthodoks Syria ini akhirnya berpindahpindah
dari satu biara ke biara yang lain yang mencakup Qartmin,
Qenneshrin ( Chalkis, dekat Aleppo), Malatya, dan Amid ( Diyarbakir),
dan akhirnya pada tahun 1293 M. menetap di Dayro d-Mor Hananyo
4 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
(juga dikenal sebagai Kurkmo Dayro dalam bahasa Syria dan Deir Zafaran
dalam Bahasa Arab) di daerah Mardin, Turki. Sampai pada tahun 1933
M. ketika keadaan politik memaksanya berpindah ke Homs, Syria, dan
kemudian ke Damaskus pada tahun 1959 M.20 Kantor Patriachat sekarang
ini berada di Bab Touma, Damaskus, ibu kota Syria; tetapi patriach
bertempat tinggal di Biara Mor Aphrem di Ma‘arat Sayyidnaya, yang
berlokasi kurang lebih 25 km sebelah utara Damaskus21
Di tengah semua kesengsaraan tersebut, Gereja Ortodoks Syria
melahirkan beberapa orang suci termasyhur yang pekerjaan dan hidupnya
mempunyai pengaruh yang besar tidak hanya pada tradisi Syria saja tetapi
juga pada banyak umat Kristen lain. Ilmuwan gereja seperti Mor Ya‘qub
dari Edessa, George, Uskup dari orang-orang Arab, dan Musa Bar Kepha
memainkan suatu peran penting dalam mentransfer pengetahuan Yunani
ke dunia Arab. Beberapa pengarang dari gereja ini juga telah
menghasilkan beberapa historiography yang penting, di antaranya adalah
Sejarah Gereja karya Yohanes dari Ephesus, catatan sejarah karya Jacob
dari Edessa, catatan sejarah dari Zuqnin, catatan sejarah dari Patriach
Mikhayel Rabo, serta chronography dan sejarah gereja karya Gregorius
Bar ‘Ebroyo.22
Dalam perkembangannya, gereja ini juga tidak terlepas dari
perpecahan. Sekitar abad ke 7, ada perselisihan di dalam tubuh Gereja
Syria sendiri, pengikut St. Maron di Lebanon membentuk Gereja Maronit
dan patriakhnya bergelar, Patriarch of Antioch. Gereja ini kemudian
menyatukan diri dengan Gereja Roma. Pada abad ke 18, sebuah kelompok
memisahkan diri dari Gereja Ortodoks Yunani, kemudian bergabung
dengan Gereja Roma Katolik dan membentuk Gereja Yunani Katolik,
patriakhnya juga bergelar Patriarch of Antioch. Dalam seperempat kedua
pada abad yang sama, sebuah kelompok memisahkan diri lagi dari Gereja
Ortodoks Syria dan mendirikan gereja dengan nama Gereja Katolik
Syria, yang berkomuni dengan Gereja Roma.
Gereja di Malankara (Kerala, India) merupakan bagian dari Gereja
Ortodoks Syria. Rasul Thomaslah yang diutus dari Edessa ke India untuk
mengabarkan Injil, dan inilah cikal bakal Kekristenan Syria di India.23
Menurut tradisi, Rasul Thomas tiba di India tahun 52 Masehi dan
meninggal tahun 72 Masehi di kota Mylapore, Chennai (sekarang Madras).
Kekristenan di India pada saat itu kental sekali dengan nuansa Syria
hingga akhirnya bangsa Portugis memperkenalkan tradisi Latin pada abad
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 5
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
16 Masehi. Pemimpin spiritual dari Gereja Ortodoks Syria Malankara
disebut dengan Syriac Orthodox Patriarch of Antioch. Pemimpin lokalnya
disebut Catholicos of the East 24
Kepala Gereja Ortodoks Syria sekarang ini adalah Patriach Ignatius
Zakka I Iwas. Gereja ini terdiri dari 26 archdiosis (keuskupan agung)
dan 11 patriachal vicarat. Patriach Zakka ditahbiskan sebagai kepala
gereja pada tanggal 14 September 1980 M.25 Patriach Ortodoks Syria
biasanya dikenal dengan namanya sendiri, tetapi sejak tahun 1293 M.,
Patriach Antiochia memakai nama Ignatius, dan berlanjut sampai
sekarang. Dimana Ignatius Zakka I menjadi patriach yang ke 122.26
Pemimpin tertinggi dari Gereja Ortodoks Syria adalah “Patriach
Antiochia dan seluruh daerah Timur”, ia juga memimpin Synod Suci,
majelis dari seluruh uskup. Pemimpin lokal dari gereja di Malankara India
adalah “Katolikos dari India” Basilius Thomas I, berada dibawah yurisdiksi
dari Patriach Antiochia dan bertanggung jawab pada Synod Suci, dan
synod lokal Malankara. Dia ditahbiskan oleh patriach, dan memimpin
Synod Suci Lokal.
Pemimpin dari setiap Keuskupan Agung adalah seorang Uskup Agung,
yang berada dibawah yurisdiksi dari patriach dan bertanggung jawab pada
Synod Suci, ia juga ditahbiskan oleh patriach dan paling sedikit dua
orang uskup.
Setiap kepastoran diangkat seorang imam yang berada dibawah
yuridiksi uskup agung dan langsung bertanggungjawab kepadanya.
Kepastoran dijalankan oleh sebuah komite yang dipilih oleh jamaah
kepastoran dan dikukuhkan oleh uskup agung Deacon membantu imam
dalam administrasi peribadahan, setiap keuskupan agung biasanya
mempunyai seorang deacon agung yang dijuluki “tangan kanan dari
uskup”.
Di Gereja Ortodoks Syria terdapat tiga tingkatan kependetaan, yaitu:
Episcopate (uskup), meliputi tingkatan patriach, chatolicos, uskup agung,
dan uskup. Vicarate (imam), meliputi sub-uskup dan pastor. Deaconate
(deacon), meliputi deacon agung, evangelical-deacon, sub-deacon, lektor
atau qoruyo dan penyanyi atau mzamrono. 27
Pengikut dari Gereja Ortodoks Syria ini di seluruh dunia diperkirakan
berjumlah sekitar 2.250.000 orang, termasuk 1.200.000 orang di India,
dengan memasukkan pengikut dari Gereja Ortodoks India. Gereja
Ortodoks India ini kadang-kadang disalahpahami sebagai bagian dari
6 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Gereja Ortodoks Syria, walaupun mereka berasal dari satu tradisi dan
suatu saat berwadah tunggal, mereka terpecah dalam dua bentuk yang
independen. Satu otonomi dibawah Gereja Ortodoks Syria, dan yang
lain Gereja India Ortodoks yang authocephalous.28 Di Syria terdapat
680.000 orang pengikut, dan di Turki berjumlah 5.000 orang. Sedangkan
di Jerman 70.000 orang, di Swedia 60.000, di Belanda 15.000, dan sejumlah
besar pengikut di Amerika Utara dan Selatan serta Australia.29
Di Indonesia pengikut gereja ini memang belum cukup banyak, baru
sekitar 100 orang. Tapi kalau simpatisan, sudah mencapai ribuan. Untuk
menjadi pengikut resmi di Indonesia belum bisa dilakukan, karena Gereja
Ortodoks Syria di Indonesia belum mempunyai imam dan gereja. Padahal
untuk bisa menjadi pengikut resmi harus melewati prosedur pembaptisan
seorang imam. Di Indonesia, gerakan dari para pengikut gereja ini baru
bersifat studi atau kajian, yang dipelopori oleh Bambang Noorsena sejak
tahun 1997. Sebab itu, untuk sementara ini bagi jamaah yang ingin
menjadi pengikut resmi gereja ini (di Indonesia dinamakan Kanisah
Ortodoks Syria) harus melalui prosedur pembaptisan Abuna Abraham
Oo Men di Singapura30.
Gereja Ortodoks Syria menjadi anggota dari Dewan Gereja-gereja
se-Dunia,31 sejak tahun1960 M., dan juga salah satu pendiri dari Dewan
Gereja-gereja Timur Tengah. Gereja ini juga mengambil bagian dalam
dialog ekumeni dan teologi dengan gereja-gereja lainnya. Sebagai hasil
dari dialog ini adalah dihasilkannya deklarasi dengan Gereja Katolik
Roma dan yang lainnya degan Gereja Ortodok Timur.32
Paralelisasi Gereja Ortodoks Syria dan Islam dalam Aspek
Bahasa Teologis
Salah satu batu sandungan dalam dialog Islam - Kristen dalam catatan
Alfred Guillame adalah ajaran Trinitas dalam Kristen.33 Namun
pemahaman orang Islam tentang Trinitas ini lebih bersumber pada dogma
yang dikemukakan oleh Gereja-gereja Barat.
Gereja Ortodoks Syria (Antiochia) bersama dengan Gereja
Alexandria (Koptik) menolak rumusan yang dihasilkan oleh Konsili
Chalcedon, - yang diterima oleh Gereja Barat, Roma dan Konstantinopelyang
menyatakan kesatuan pribadi Yesus “dalam dua kodrat”.
Selengkapnya sebagai berikut:
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 7
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
“Sesungguhnya kami bersama-sama dengan sepakat memahami, bahwa Putra
Yang Tunggal, yang tidak lain yaitu Gusti kita Isa al-Masih, adalah sempurna
dalam keilahian (sebagai Firman Allah) dan sempurna dalam kemanusiaan,
benar-benar ilahi dan benar-benar insani, mempunyai jiwa akali dan tubuh,
sehakikat dalam dzat dengan Bapa dalam kodrat Ilahi-Nya, dan sehakikat
dalam dzat dengan kita dalam kodrat insani-Nya, dalam segala hal sama dengan
kita kecuali dalam hal berbuat dosa, dilahirkan dari Allah sebelum segala abad
dalam kodrat Ilahi-Nya sebagai Firman Allah, dan dilahirkan demi kita dan
demi keselamatan kita, dalam kodrat insani-Nya dalam zaman akhir ini dari
Perawan Maria, Bunda(Firman) Allah. Sesungguhnya hanya ada satu-satunya
al-Masih, yang tidak lain adalah Sang Putra, Gusti, Putra Allah yang tunggal
dalam dua kodrat, tidak berbaur, tidak berubah, tidak terbagi dan tidak terpisah.
Karena kesatuan-Nya tidak menghilangkan kedua kodratnya, tetapi sifatsifat
kedua kodrat itu tetap terpelihara, yang pada akhirnya menjadi satu
pribadi dan satu zat, dimana kodrat itu tidak tercerai dan tidak terbagi menjadi
dua pribadi, tetapi hanya ada satu Putra yang tunggal, yang tidak lain adalah
Firman Allah dan Gusti kita Isa al-masih.”34
Kedua gereja tersebut mengikuti satu ajaran Kyrilos dari Alexandria,
bahwa Yesus mempunyai “satu kodrat ganda”, yaitu satu kodrat Firman
Allah yang menjadi manusia. Sebagaimana kesalahfahaman Gereja Barat
atas kristologi non Chalcedonia, demikian pula Theodoretus dari Cyrus
pernah menuduh seolah-olah dengan penekanannya atas ajaran Firman
Allah yang menjdi manusia itu, Kyrillos mengajarkan seolah-olah Allah
dapat menderita. Padahal Kyrillos menekankan bahwa penderitaan itu
dialami al-Masih “dalam tubuh kemanusian-Nya” (Petrus I, 3:18), bukan
dalam kodrat Keilahian-Nya sebagai firman yang tidak dapat menderita
dan tidak dapat mati.
Prinsip ini diuraikan Kyrilos sebagai berikut: “Kami tidak memisahkan
kemanusiaan al-Masih dari keilahian-Nya sebagai firman Allah, dan tidak
pula memisahkan keilahian Firman Allah dari kemanusian-Nya setelah
kesatuan wujud nuzul-Nya yang tidak tersifatkan itu. Sebaliknya kami
mempertahankan bahwa al-Masih itu satu yang berasal dari dua, menjadi
satu sedemikian rupa dari dua, dimana kesatuan itu tidak rusak oleh
kedua kodrat-Nya atau berbaur satu dengan yang lain, melainkan satu
kesatuan mulia dalam keunikan”.35
Hal ini dipertegas oleh Severius yang menyatakan: “Aku percaya dan
memahami bahwa Allah itu Esa, yaitu Bapa, Pencipta dan Tuhan, dan
bahwa Firman Allah yang tunggal yang dilahirkan dari kekekalan, adalah
juga Dia yang telah menjadi manusia, tanpa adanya pembagian dengan
8 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
kesatuan hypotasis-Nya dari Ruh Kudus dan dari Perawan Maria, Bunda
(Firman) Alah, yang secara tubuh sehakikat dengan kita, memiliki jiwa
dan akal yang menyatu dengan tubuh insani. FirmanAllah yang satu
menjadi manusia, ilahi sekaligus insani. Seperti kesatuan Firman Allah
dengan Allah dalam Dzat-Nya, Ia juga sehakikat dengan kita secara
tubuh. Putra Allah itu satu berasal dari dua kodrat yang disatukan dengan
wujud nuzul-Nya, satu tanpa tebagi menjadi dua. Aku juga memahami
bahwa Ruh Allah itu sehakikat dengan Allah dan Firman-Nya dalam
Dzat-Nya. Keluar dari Allah secara kekal, mengatasi zaman.”36
Gereja Ortodoks Syria juga tidak menerima hasil Konsili
Konstantinopel III (680-681 M.) yang melahirkan ajaran monoteletisme,
yang menyatakan Yesus hanya mempunyai kehendak tunggal. Padahal
tanpa kehendak manusia Yesus tidak mungkin menjadi manusia sejati,
dan tidak dapat dikatakan bahwa Ia “sama dengan kita, Ia telah dicobai”
(Ibrani 4:15).37
Demikian juga keputusan Konsili Toledo (568), yang menambahkan
filiouque38 dalam :Qanun al Iman, bahwa Ruh Kudus keluar dari Bapa
dan Putra, ditolak oleh gereja ini.39
Dalam menjelaskan ajaran Trinitas, gereja-gereja ortodoks di Timur
mempertahankan bahwa sumber keilahian hanya satu, yaitu wujud Allah
(dikiaskan Bapa); Wa an la ilaha ilalah al-Ahad….wa huwaal-Abu lladzi
minhu kullu syai’in. Sesungguhnya tidak ada ilah kecuali Allah, Yang Maha
Esa, yaitu Bapa yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu (Kor. I,:4-6,
teks bahasa Arab). Dari satu Esensi kekal inilah, Firman Allah keluar
sebelum segala zaman (Divine Birth of the Son, Injil Yoh.1:1-3) dan
bersamaan dengan itu Hayat/Ruh Allah juga berasal;”…yaitu Ruh
Kebenaran yang keluar dari Bapa” (Yohanes 15:26, teks Arab: Ruh al
Haqq al-munbasyiqu min al-Ab).40
Dengan demikian, gereja-geeja timur menegaskan bahwa Ruh Allah
itu(seperti juga Firman-Nya) sama-sama keluar dari Allah, dan bukan
Ruh Allah keluar dari wujud-Nya (Bapa) dan Firman-Nya (putra), yang
dalam pandangan geeja-gereja Timur dianggap mencederai keesaan-Nya.
Untuk menegaskan kesatuan yang mendalam antara karya keselamatan
al-Masih dengan Ruh Kudus, gereja-gereja timur bias saja menerima
rumusan bahwa Ruh Allah itu keluar dari Allah sebagai satu-satunya
esensi Ilahi, tetapi penerimaan Ruh Allah itu ke dunia melalui Putra,
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 9
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
yaitu sosok nuzul Firman sebagai manusia dalam karya-Nya sebagai
Mesiah.41
Dalam makna inilah Ruh Allah itu juga disebut Ruh Yesus (kisah
15:7; Filipi1:19). Maksudnya bukan Ruh yang keluar dari Yesus, melainkan
Ruh yang diutus Bapa demi nama Mesiah:”tetapi Penghibur, yaitu Ruh
Kudus, yang diutus oleh Bapa demi Nama-ku” (Yohanes 14:26).42
Dalam Kristen Ortodoks, ditegaskan: al ‘aql al-Ilahy al-kainu fi adz
Dzat al-Ilahy mundzu ‘azaly, (Akal Ilahi {Firman Allah} berdiam dalam
Dzat Ilahi sejak azali). Tidak pernah ada sekejappun dalam suatu waktu,
di mana Dzat Ilahi itu ada tanpa ‘aql atau pikiran-Nya, karena itu ‘aql
atau pikiran-Nya tersebut berada dalam Allah tanpa pemisahan dengan-
Nya, sebab Allah itu tidak terbagi-bagi.43
Para teolog Kristen berbahasa Arab sering menerjemahkan padanan
istilah Bapa dan Putra dan Ruh Kudus sebagai: al-wujud, al-‘ilmu dan alhayat
(istilah-istilah yang juga sering dipakai dalam Ilmu Kalam). Dengan
demikian, berbicara tentang ‘Ilm al-Qadim (The Divine Logos) dan Hayat
al-Qadim (The Divine Life) dalam Wujud al_qadim (The Divine Subtance),
tanpa mengakibatkan ta’tudud al-qudama (terbilangnya Yang Qadim),
sebenarnya hanya menegaskan aspek-aspek dalam keesaan Allah itu
sendiri.44
Fakta ini, menurut Bambang yang diakui Oleh Taib Thahir Abdul
M’uin45 yang menggolongkan pandangan diatas dalam madzhab Wahdah
(mengakui keesaan Allah).46
Selanjutnya dalam literatur Arab istilah Allah (lebih khusus
dibandingkan dengan istilah-istilah padanannya: elohim, Theos, Dieu,
God), lebih menunjuk kepada Bapa itu sendiri. Karena itu dalam
lingkungan Kristen Arab, tidak disebutkan: Allah al-Mutajjasad (Allah
menjadi Manusia), tetapi lebih dikenal istilah Ibnullah al-mutajjasad (Putra
Allah menjadi Manusia). Maksudnya: wa Kalimatuhu wa huwa nazala
minas sama’ (yaitu Firman-Nya yang telah turun dari surga), atau: wa
Kalimatuhu al-Mutajjasad (dan Firman-Nya yang menjadi Manusia).47
Jadi, gelar Tuhan bagi Yesus bukan dalam makna Tuhan (ilah) selain
Allah, melainkan “rabb atau Tu(h)an bagi kemuliaan Allah” (Filipi 2:11).
Dalam bahasa Aram (Syria): mara hu yeshu’a mashiha le shebaha de alaha.
Frase le shebaha de alaha (bandingkan dengan bahasa Arab; subhanallah),
menunjukkan bahwa melalui karya Mesiah itu ketuhanan Allah
dilaksanakan, sehingga semua makhluk bertasbih memuji Allah. Jadi,
10 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
sekali lagi, gelar ketu(h)anan Yesus, sama sekali tidak menempatkan
kemanusian-Nya sebagai ilah selain Allah.
Keilahian Yesus menunjuk kepada kodrat Ilahi-Nya sebagai sebagai
Firman Allah, yang kekal dan bukan bersifat fisik, sebanding dengan
penghayatan Islam mengenai kalam nafsi yang kadim dan berdiri pada
Dzat Allah. Sedangkan ketu(h)anan-Nya menunjuk kepada kodrat
insani-Nya, yang karena ketaatan dalam melaksanakan kehendak Allah,
Yesus digelari Tu(h)an bagi kemuliaan Allah. Selanjutnya wujud nuzul
kemanusiaan Yesus tersebut sebanding dengan penghayatan Islam
mengenai kalam lafdzi, yaitu wujud temporal kalam Allah yang nuzul
dalam ruang dan waktu sebagai “al-Qur’an dalam bahasa Arab (Q.S.
Thaha:113).48
Kesesajaran selanjutnya juga bisa dibandingkan antara makna teologis
keperawanan Maria dengan tafsiran Islam tentang pengertian naby alummy
(nabi yang buta aksara yang diterapkan bagi Muhammad.49
Dalam hal ini Said Aqiel Siradj menilai bahwa Gereja Ortodoks Syria
tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam. Secara tauhid alrububiyah,
mereka jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian
alam yang wajib disembah. Secara tauhid al-uluhiyah ia juga telah
mengikrarkan La ilaaha illallah; tiada tuhan (ilah) selain Allah, sebagai
ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asma Allah
secara substansial tidak jauh berbeda. Hanya ada perbedaan sedikit
tentang sifat dan asma Allah tersebut. Jika dalam Islam (sunni) kalam
Tuhan Yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad)
dalam bentuk al-Qur’an, maka Kristen Ortodoks Syria berpandangan
bahwa kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus
dan Perawan Maryam menjadi manusia.50
Parelisasi yang lain adalah dalam penggunaan kata Allah untuk
menyebut Tuhan bagi Kristen Syria dalam bahasa Arab. Kata Allah itu
cognate dengan kata Ibrani: El, Eloah, Elohim, dan Kata Arami: Elah,
Alaha, yang semuanya terdapat dalam Perjanjian Lama aataupun dalam
Targum (komentar-komentar Taurat dalam bahasa Arami yang lazim
dibaca mulai dari zaman sebelum zaman Yesus hingga hari ini).
Hal ini dibuktikan dari sejumlah inskripsi Arab pra-Islam yang
semuanya ternyata berasal dari lingkungan Kristen. Salah satu inskripsi
kuno yang ditemukan pada tahun 1881 di kota Zabad, sebelah tenggara
kota Aleppo, Syria, meneguhkan bukti tersebut. Inskripsi Zamad ini telah
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 11
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
dibuktikan tanggalnya berasal dari zaman sebelum Islam, tepatnya tahun
512. Inskripsi ini diawali dengan perkataan Bism al-Llah, dan kemudian
disusul dengan nama-nama orang Kristen Syria.51
Paralelisasi Gereja Ortodoks Syria dan Islam dalam Pola
Ibadah
Istilah sholat dalam bahasa Arab menunjukkan doa dalam tertib dan
waktu tertentu. Dalam tradisi liturgis Kristen, sejajar dengan istilah
Yunani ðñïóå÷ç (prosekee). Menurut Arthur Jefferey, kata Arab sholat
berasal dari sumber Aram / Suryani/ Syriac, tselota.52
Istilah tselota ini hingga sekarang dilestarikan gereja-gereja yang
masih melestarikan bahasa Suryani (Gereja Ortodoks Syria, Gereja As
Syria/Syria Timur, Gereja Katolik Maronit di Libanon dan Gereja Katolik
Kaldea Kesatuan/Uniate Chaldean di Irak). Sedang kata Arab sholat
dipakai bersama-sama oleh Islam, dan seluruh gereja di Timur Tengah.53
Salat dalam Gereja Ortodoks Syria adalah doa-doa harian pribadi
nonsakramental yang dibedakan dengan ibadah sakramental atau ibadah
kurban (ekaristi); “and they continued steadfastly in the apostles’ doctrine
and fellowship, in the breaking bread and in prayers” (Kis. 2:42, RSV/Revised
Standard Version).
Sebenarnya kedua model ibadah gereja purba ini berakar dari dua
corak ibadah Yahudi:siddur (tiga waktu ibadah harian pribadi) dan mahzor
(tiga ibadah kurban / hag, pararel dengan istilah Arab: hajj) yang dirayakan
bersama-sama di kota suci Yerusalem: Paskah (hag ha pesah), Pondok
Daun (hag hassukot), dan Pentakosta (hag hassavuot). Selanjutnya,
Mazmur 55:18 menyebut tiga waktu ibadah sehari-hari Yahudi: erev we
bokir we tsohorayim (waktu petang, pagi, dan tengah hari). Istilah erev
dan tsoharayim bisa dibandingkan dengan kata Arab; maghrib dan dhuhur.
Rujukan tertua tentang ibadah harian gereja terdapat dalam buku
Didache54 yang ditulis sezaman dengan Injil Yohanes (sekitar tahun 90-95
M.). Buku tersebut masih mengikuti pola Yahudi yang menganjurkan
tiga kali sembahyang. Umat Kristen juga melestarikan jam-jam doa
menurut hitungan Yahudi, dan Al-Kitab menyebut beberapa waktu
sembahyang tersebut, misalnya Kisah Para Rasul 10:9, ùñá åêôçõ (jam
keenam) yang sejajar dengan pukul dua belas siang (dhuhur), Kisah
Para Rasul 3:1 dan 10:30, ùñá åõáôçõ (jam kesembilan) yang sejajar
dengan pukul tiga petang (asyar).
12 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Karena itu, berdasarkan perenungan yang mendalam atas misteri jalan
sengsara al Masih, dan jam-jam lain yang terkait dengan paripurnanya
karya keselamatan (misalnya: nuzulnya Ruh Kudus, ùñá ôñéôç·, jam
ketiga, waktu dhuha yang sejajar pukul sembilan pagi), dan kebiasaan
para nabi dan para rasul berdoa di tengah malam (Mzm. 119:62; Kis.
16:25), maka gereja purba mengembangkan ketujuh waktu sholat.
Rujukan paling lengkap tentang hal ini, termuat dalam dokumen
Konsitusi Rasuli (tahun 380) dan keterangan Mar Basilius Agung (330-
379) dalam Regulae Fusius Tarctate. Hampir semua Bapa Gereja menulis
tentang tradisi sholat ini, baik di Timur seperti Mar Yuhanna Dahabi al-
Fam / Yohannes Chrysostomos (354-407), maupun di Barat seperti St.
Hieronymus / Yerome (340-420).
Ketujuh sholat ini sama persis dengan sholat-sholat Islam, yaitu kelima
sholat wajib: subuh, dhuhur, ‘asyar, maghrib, dan isya’, ditambah dua sholat
sunnah dhuha dan tahajjud. Tradisi sholat tujuh waktu dipelihara secara
utuh oleh gereja-gereja Timur, tetapi dalam hal ekpresi lahiriah ibadah
(postur ruku’ dan sujud) hanya Gereja Ortoks Syria yang meneruskan
ritual Yahudi dan adab timur lainnya, dimana pola ibadah yang sama
juga dilestarikan oleh umat Islam.55
Bedanya, bila kaum Muslimin diwajibkan shalat 5 kali sehari,
penganut Gereja Ortodoks Syria lebih banyak lagi, 7 kali sehari setiap 3
jam. Mereka menyebutnya: sa‘atul awwal/ saphro (fajar/shubuh), sa‘atuts
tsalis/ tloth sho‘in (dhuha), sa‘atus sadis/ sheth sho‘in (dhuhur), sa‘atut tis‘ah
tsha‘ sho‘in (ashar), sa‘atul ghurub/ ramsho (maghrib), sa‘atun naum/ sootoro
(isya‘), dan sa‘atul layl/ lilyo (tengah malam).56
Hari Gerejawi dimulai pada sore hari saat matahari tenggelam, contoh
hari Senin dimulai pada saat matahari tenggelam pada Minggu sore. Oleh
karena itu sholat “maghrib” (ramsho) dan “isya’”( sootoro) dilakukan pada
hari Minggu.57
Di beberapa biara sekarang ini, sholat ini diringkas menjadi 3 kali,
yaitu dengan menggabungkan antara mahgrib dan isya’, tengah malam
dengan shubuh, serta antara dhuha, dhuhur dan ashar.58 Bahkan jika
para penganut Ortodoks Syria ini ada kesibukan boleh dilakukan dua
kali perhari, yaitu pada waktu fajar dan ketika matahari terbenam . Kalau
yang ini masih juga tak mampu, bisa dilakukan satu kali dalam seminggu,
yakni pada hari Minggu.59
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 13
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Adapun tata cara sholatnya dimulai dengan posisi berdiri yang
dipimpin oleh seorang imam berpakaian jubah warna hitam. Imam
meletakkan kdua tangan didada, membuat tanda salib lalu mengucapkan
lafald dalam bahasa Arab: Bismil Abi wal Ibnni wa Ruhil Quddus Ilahu
Wahid (Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Allah Yang Maha
Esa). Jamaah menyambutnya Amin. Imam melanjutkan berdoa dengan
mengangkat kedua tangan dan disahuti oleh jamaah.
Setelah membuat tanda salib berikutnya, imam membungkukkan
badan seperti posisi ruku’dan mengucapkan Quddusun Anta ya Allah
(Kuduslah Engkau, ya Allah). Jamaah menyahut: Dengan menyucikan
nama Allah Yang Maha Kuasa, yang Tak Berkematian. Jamaah memohon
kasih sayang Allah yang telah disalibkan sebagai ganti umat manusia.
Imam berdiri tegak dan menengadahkan tangan lagi, lalu imam bersujud,
dan diikuti seluruh jamaah. Ketika bangun dari sujud, imam membaca
Subhanaka Allahumma (Maha Suci Engkau, ya Allah), jamaah menyahut
bersamaan. Sambil menengadahkan tangan, imam dan jamaah membaca
Doa Rabbaniyah (Doa Bapa Kami versi bahasa Arab). Selanjutnya dibaca
Salam Walidatullah (Salam Maria). Imam kemudian membaca petikan
Mazmur dalam bahasa Aramaik(Suryani).60
Setiap salat terdiri dari tiga rakaat (satuan gerakan). Pada rakaat
pertama hanya dilakukan qiyam (berdiri). Pada rakaat kedua dilakukan
rukuk, dan sujud. Pada saat rukuk dan sujud ini dilakukan gerakan
tanda salib, dan doa yang digunakan dalam bahasa Arab, Aram, Yunani,
dan Ibrani, lalu dibacakan pujian (qari’ah) yang dikutip dari kitab Mazmur.
Pada rakaat ketiga dilakukan pembacaan kanun al iman, semacam
pengakuan kepada Tuhan (syahadat) yang dikenal dalam Gereja
Ortodoks.
Tak hanya itu, sebelum salat ditunaikan, ada semacam azan, panggilan
untuk salat. Dalam panggilan salat ini ada kalimat yang mirip dalam
Islam, misalnya hayya alasshalah (marilah kita sholat). Hayya alasshalah
bissalam (marilah kita salat dengan damai). Dan, sebelum acara salat
dilakukan, diawali dengan pembacaan Injil.
Pada saat salat, mereka menghadap ke timur, mengikuti tradisi Yesus
yang kala itu menghadapkan kiblat salatnya ke Baitul Maqdis, Jerusalem,
dan karena Jerusallem hancur, selanjutnya orang-orang Kristen
menjadikan tubuh Jesus sendiri sebagai kiblat. Hanya karena tubuh Jesus
kini di surga (istiwa all yaminillah), sesuai dengan Ayat Kejadian: 28, yang
14 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
menyatakan surga di timur, salat mereka menghadap ke timur. Tak hanya
itu persamaan dengan Islam. Tenyata mereka juga mengenal haji. Ibadah
haji ke Palestina ini termasuk ibadah non-sakramen, seperti juga salat,
zakat persepuluhan, serta puasa. Berdasar Kitab Ulangan 16: 16-17
disebutkan hag atau haji dilakukan ke tanah suci Palestina menjelang
Pekan Kudus (perayaan Paskah). tiga kali dalam setahun. Dan
sepulangnya, setiap orang Kristen Ortodoks mendapatkan sertifikat dari
Patriakh Jerusalem dengan sebutan hadzi (untuk pria) dan hadzina (untuk
wanita).61
Puasa wajib bagi pemeluk Islam yang dilakukan selama sebulan dalam
setahun, dikenal dengan shaumu ramadhan. Sedang pada Gereja Ortodoks
Syria disebut shaumil kabir (puasa 40 hari berturut-turut) yang dilakukan
sekitar bulan April. Jika dalam Islam ada puasa sunnah Senin-Kamis,
pada Gereja Ortodoks Syria dilakukan pada Rabu-Jum’at, dalam rangka
mengenang kesengsaraan Kristus. Selain salat dan puasa, jamaah gereja
ini juga mengenal ajaran zakat. Zakat, dalam ajaran Gereja Ortodoks
Syria, adalah sepersepuluh dari pendapatan bruto. Tidak sebatas itu saja,
perempuan pengikut Gereja Ortodoks Syria juga mengenakan jilbab plus
pakaian panjang ke bawah hingga di bawah mata-kaki.62
Penutup
Konflik antar agama tidak pernah “telanjang bulat” sebagai konflik
pandangan teologi, namun faktor-foktor teologis sangat potensial dijadikan
pemicu yang mengikuti, kalau bukan memperuncing konflik-konflik
politik dan faktor non teologis lainnya.
Selain tulisan diatas, tentu masih banyak tema teologis lain yang
masih bisa diajukan, namun dari ajaran-ajaran Gereja Ortodoks Syria,
yang belum banyak dikenal di Indonesia, kita bisa menggali dasar yang
lebih mendalam dalam hubungan Islam-Kristen, dalam suasana sharing
of religious experience, sehingga sikap keagamaan yang lapang dan tasamuh
- atau menurut istilah Cak Nur: al-Hanifiyah al-Samhah-dapat
dikembangkan dalam masyarakat plural seperti Indonesia, khususnya
melalui dialog antar agama.[]
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 15
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Catatan Akhir:
*Penulis adalah dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo
Semarang. Alamat: Jl. Yanjungsari Rt. 07/V Tambakaji Ngaliyan
Semarang. Hp. 081325705975
1Nama ini dipakai berdasarkan keputusan Sinode tahun 2000,
sebelumnya nama yang dipakai dalam bahasa Inggris adalah Syrian
Orthodox Church, nama ini dirubah untuk menunjukkan bahwa gereja
ini tidak berkaitan dengan pemerintah Syria. Lihat Wikipedia, the free
encyclopedia, Syriac Orthodox Church, http://en.wikipedia.org/wiki/Syriac
Orthodox Church, diakses tgl. 29 Nopember 2007.
2Nama ini diberikan oleh musuh Gereja Orthodoks Syria dengan
maksud merendahkannya dan berusaha membuat opini bahwa gereja ini
didirikan oleh Jacob Baradaeus. Pada abad keenam, Gereja Orthodoks
Syria mengalami penyiksaan dibawah kendali Kekaisaran Byzantium yang
memaksakan ajarannya. Pada situasi inilah Jacob Baradaeus tampil. Ia
melakukan perjalanan ke daerah Timur dan menetapkan Imam dan
Diakon untuk mencegah lenyapnya Gereja ini. Jacob dianggap sebagai
pahlwan iman di Gereja Orthodoks Syria, tetapi bukan pendirinya. Perlu
diketahui, bahwa Kekristenan Orthodoks Syria yang di Malankara (India)
tanpa pikir panjang menyebut diri mereka sebagai Jacobit. Padahal selama
berabad-abad mereka disebut Nasrani. Istilah Jacobit pertama kali
dikenalkan di Malankara pada abad 19 oleh jemaat Anglikan. Lihat
FAQ, http://www.angelfire.com/journal2/iscs/faq.htm, diakses tgl. 27
Desember 2007.
3Ajaran yang dikemukakan oleh Eutyches seorang rahib dari Gereja
Byzantium, yang mengajarkan bahwa keilahian Yesus sebagai firman Allah
itu sedemikian rupa, sampai menenggelamkan sama sekali kemanusiaan
Yesus dalam keilahian-Nya itu. Ajaran ini sangat meresahkan gereja,
karena dengan menyangkal kemanusiaan Yesus dan hanya mengakui
keilahian-Nya, akan berarti pula bahwa Firman Allah dapat menderita
dan mati ditiang salib. Lihat Bambang Noorsena, Memahami
Kesalahfahaman, Beberapa tema teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,
(Denpasar:Bali Jagadhita Press,2002), h. 50.
4Gereja ini menolak dogma kristologis yang dikeluarkan oleh Konsili
Chalcedon (451 M.), yang enyatakan bahwa Yesus memiliki dua hakikat
(Diofisit), ilahi dan insani, yang tidak terpisahkan dan hanya bertindak
16 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
sebagai satu hypotasis. Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia, Gereja Ortodoks Oriental, http://id.wikipedia.org/
wiki/Gereja-Ortodoks-Oriental, diakses tgl. 29 April 2007.
5Miafisitisme (terkadang disebut henofisitisme) adalah kristologi dari
Gereja-Gereja Ortodoks Oriental. Menurut miafisitisme, dalam satu
pribadi Yesus Kristus itu, keilahian dan kemanusiaan dipersatukan dalam
satu “hakikat” (“fisis”), keduanya dipersatukan tanpa pemisahan, tanpa
pembauran, dan tanpa alterasi. Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia
bebas berbahasa Indonesia, Miafitisme, http://id.wikipedia.org/wiki/
Miafisitisme, diakses tgl. 27 Desember 2007.
6Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
7Al Kitab, Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul;11:26, (Jakarta:Lembaga
Al Kitab Indonesia,1993), h. 169. Lihat juga Syriac Orthodox Resources,
History of the Syriac Orthodox Church http://sor.cua.edu/History/index.html,
diakses tgl. 26 Nopember 2007.
8H.H. Moran Mor Ignatius Yacoub III, About the Syrian Orthodox
Church, http://www.syrianorthodoxchurch.net/Location/Global/SOCindex-
Global-en.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
9Dalam Kristen istilah Rasul itu berasal dari bahasa Ibrani, Shelihah.
Bentuk jamaknya Shelihim. Kisah Rasul-Rasul, bahasa Ibraninya: Miph’a
lot ha-Selihim. Konteksnya sama sekali berbeda dengan istilah rasul dalam
Islam. Istilah shelihah berasal dari sinagoge Yahudi, yaitu wakil dari imam
(kohen) dalam memimpin ibadah. Nah, Yesus dalam iman Kristen diyakini
sebagai imam besar (kohen hanggadol) menurut nubuat dalam Mazmur
110:4.Dalam konteks seperti ini, murid-murid Yesus adalah para “shelihah”
Yesus sebagai Imam Besar. Dalam Alquran, murid-murid Yesus dijuluki
Hawariyin .Ternyata sebutan Hawari berasal dari bahasa Habshi/Ethiopia.
Maknanya sama dengan shelihah tadi. Tetapi entah sebelum zaman Islam
atau sesudahnya istilah rasul diterapkan bagi murid-murid Yesus dalam
bahasa Arab. Lihat Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen
Islam, (Yogyakarta:Yayasan Andi, 2001), h.131.
10Petrus adalah salah seorang dari dua belas murid Yesus yang
merupakan orang pertama dalam gereja dan dianggap sebagai pemimpin
jemaat induk di Yerusalem. Dalam Injil Matius; 16:18, disebutkan:”Dan
Akupun berkata kepadamu: Engkau dalah Petrus dan dia atas batu
karang ini Aku aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak
akan menguasainya”. Bahkan Yesus mengangkat Petrus sebagai kepala
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 17
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
gereja yang tertinggi, sebagaimana diisyaratkan dalam Injil Yohannes;
21:17. Pada awal mulanya jemaat Kristen terdiri dari orang-orang Yahudi.
Merekalah yang disebut dengan jamaat purba atau jemaat Yerussalem,
atau ada pula yang menyebut mereka dengan jemaat Nazaret. Agama
Kristen pada mulanya adalah untuk bangsa Yahudi, suatu agama nasional
bangsa Yahudi. Akan tetapi, ketika Petrus bekerja di Yerussalem, sudah
terdapat petunjuk bahwa dia membaptis seorang warga Roma, bernama
Kornelius, bersama keluarganya di Kaesaria, dekat Yerussalem. Ini berarti
bahwa agama Kristen berubah dari agama nasional bangsa Yahudi menjadi
agama yang bersifat internasional. Hal inilah yang merupakan
permasalahan bagi gereja Yerussalem sehingga Petrus menghadapi
perlawananan. Pada tahun 42 M, ia pindah ke Roma secara misterius,
dan menjadi paus yang pertama disana. Petrus menjabat sebagai paus
selama 25 tahun dan meninggal dunia pada 67 M. Lihat Fathudin Abdul
Gani, “Agama Katolik”, dalam Djam’annuri (ed), Agama-Agama di Dunia,
(Yogyakarta:IAIN Sunan Kalijaga Press,1988), h. 341. Nama asli Petrus
adalah Simon: yang diberi nama Petrus (Bahasa Yunani: petros, petra;
Bahasa Aram: kçf; Bahasa Inggris: rock; Bahasa Indonesia: Batu Karang)
oleh Yesus, dikenal pula dengan sebutan Simon bar Yonah atau Simon
bar Yokhanan (Bahasa Aram), dan sebelum itu disebut dengan nama
(Surat-Surat Paulus lebih dahulu ditulis) Kefas (Bahasa Aram) oleh
Paulus dari Tarsus, dan Simon Petrus, nelayan dari Betsaida “di Galilea”
(Yohanes 1:44; bdk. 12:21) Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia, Keduabelas Rasul, “http://id.wikipedia.org/wiki/
Keduabelas Rasul, diakses tgl. 2 Januari 2008.
11Sumber lain menyatakan tahun 34 M., lihat Wikipedia, the free
encyclopedia, loc. cit.
12Syriac Orthodox Resources, loc. cit.
13Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
14Syriac Orthodox Resources, loc.cit.
15Istilah Ortodoks ini muncul pada masa awal gereja, bersamaan
dengan, munculnya aliran “gnostikisme”, yaitu suatu bid’ah Kristen yang
mengubah iman Kristen menjadi semacam ajaran kebatinan. Dalam
melawan ajaran bid’ah gnostik inilah Gereja yang Rasuliah itu menyebut
ajaran asli yang rasuliah itu sebagai ajaran (“doxa”) yang “lurus” (“orthos”),
Ortho+ doxa = Orthodox. Sedangkan ajaran “gnostik” itu sebagai ajaran
(“doxa”) yang berbeda atau menyimpang (“heteros”), hetero+ doxa =
18 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Heterodox, lihat, Gereja Orthodox Indonesia, Sejarah Gereja
O r t h o d o x , h t t p : / / w w w . g o i n a . o r g /
?uPos=L&uMenu=10&uSys=19&uCaption=Sejarah%20Gereja, diakses
tgl. 27 Desember 2007. Sekarang ini yang termasuk komuni Ortodoks
Oriental adalah; Gereja Apostolik Armenia, Gereja Ortodoks Koptik di
Alexandria yang meliputi: Gereja Tewahedo Ortodoks Ethiopia, dan
Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea, Gereja Ortodoks Britania, Gereja
Timur Ortodoks India, dan Gereja Ortodoks Syria, yang meliputi juga
Gereja Ortodoks Syria Yakobit Malankara, lihat Wikipedia Indonesia,
ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Gereja Ortodoks Oriental, loc.
cit.. Sedangkan Gereja Ortodoks Yunani yang pecah dengan Katolik Roma
pada tahun 1054, biasa disebut Eastern Orthodox (Eastern, menunjuk
Roma Timur, yaitu Yunani/Konstantinopel sebagai lawan dari Western,
Roma Barat/Latin). Karena itu dalam bahasa Arab, Gereja Ortodoks
Yunani disebut juga gereja Rumi Ortodoks, untuk membedakan dengan
Rumi Kathuliq. Sedangkan Gereja Ortodoks Syria dan Koptik, lazim
disebut Oriental Orthodox (Ortodoks budaya Timur Tengah). Lihat
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit., h. 147.
16J. H. Enklaar, Sedjarah Gereja Ringkas, (Jakarta: Badan Penerbit
Kristen, 1955),h. 29.
17Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit., h.
42.
18Ibid.
19Mar Ignatius Ya’qub III, Al-Kanisah as-Suryaniyah al-Anthakiyah al-
Orthodoksiyah, (Damaskus: Alif Ba’ al Adib lil Nasyir, 1980), h. 25-27,
dalam Bambang Norsena, op cit,h.96.
20Salim George Khalaf, “The Syriac”, Phoenician Canaanite
Encyclopedia, http://phoenicia.org/syriac.html, diakses tanggal 27
Desember 2007.
21Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
22Syriac Orthodox Resources, loc.cit.
23Dalam Kisah Rasul Thomas, yang dianggap apokrif, diceritakan
bahwa sesudah Pentakosta, para rasul mengadakan undian ntuk
menentukan daerah-daerah yang akan mereka kabari Injil, Thomas
mendapat India, tetapi menolak karena takut.Lalu Tuhan membuat dia
dijual sebagai budak kepada seorang India, sehingga ia terpaksa pergi.
Di tengah jalan ia melakukan berbagai mu’jizat. Di India ia mulai
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 19
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
memberitakan Injil, dengan akibat yaitu bahwa wanita-wanita yang
menjadi percaya tidak mau lagi bergaul dengan suami-suami mereka.
Akhirnya permaisuri raja menjadi percaya juga, raja menjadi marah dan
Thomas dibunuh. Lihat Th. Van den End, Sejarah Gereja Asia,
(Yogyakarta:Pusat Penelitian dan Inovasi Pendidikan “Duta Wacana”,
1988), h.14. Thomas juga dikenal sebagai Yudas Tomas Didimus- Kata
Bahasa Aram T’oma’ = kembar, dan kata Bahasa Yunani Didymous=
kembar, lihat Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa
Indonesia, Keduabelas Rasul, loc. cit.
24FAQ, loc. cit.
25Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit.
26The Syriac Orthodox Church, A Brief Overview, http://sor.cua.edu/
Intro/index.html, diakses tgl.22 Desember 2007.
27St. Thomas Syriac Orthodox Church, http://stsyriacchurch.homeip.net/
history.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
28 Berdiri sendiri dengn satu kepala atau pemimpin.Lihat Wikipedia
Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Denominasi Kristen,
http://id.wikipedia.org.wiki.Denominasi Kristen, diakses tgl . 7 Mei 2007.
29Wikipedia, the free encyclopedia, loc. cit. Sumber lain menyebutkan
jumlah para pengikut Gereja Ortodoks Syria ini di Timur Tengah adalah
670.000 orang, dengan rincian di Syiria; 600.000, Turki; 5.000, Yordania;
50.000, Iraq; 12.000, Libanon; 2.000 dan Mesir;1.000 orang, sedang di
negara-negara lain 2.400.000 orang. Lihat Tore Kjeilen, “Syrian Orthdox
Church”, Encyclopediae of The Orient, http://i.cios.com/e.o/syr.orth.htm.,
diakses tgl. 27 Desember 2007.
30Lambertus L. Hurek, Gereja Ortodoks Syiria di Indonesia, http. //
hurek.blogspot.com/2005/12/gereja.ortodoks.syria.di.Indonesia.html.,
diakses tgl. 27 Desember 2007. Meskipun terdapat berita yang menyatakan
bahwa gereja ini telah mengabarkan Injil pada abad ketujuh di Indonesia
: di Pancur dan Barus, Sumatra, bahkan ada berita bahwa mereka juga
ada di Kerajaan Majapahit.Lihat Gereja Orthodox Indonesia, loc. cit.
Demikian juga Abu Salih al-Armini dalam bukunya, Tadhakkur fiha Akhbar
min al-Kanais wa al-Adyar min nawahin Mishri wa al-Iqtha’aih, memuat
informasi mengenai masuknya Injil pertama kali yang dibawa oleh orang
Syria ke Nusantara, yaitu deskripsinya kota Fansur, Sumatra Barat.
Dikisahkan disana sudah banyak Gereja dan orang Kristen di sana berasal
20 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
dari Syria Timur/Nestorian. Lihat Bambang Noorsena, Menuju Dialog
Teologis Kristen Islam, op. cit.,h. 100-101.
31Dewan Gereja-gereja se-Dunia adalah perhimpunan gereja-gereja
yang paling luas dan paling inklusif di antara banyak gerakan ekumenis
lainnya yang bertujuan untuk membentuk kesatuan di antara umat
Kristen. DGD saat ini mempunyai anggota yang jumlahnya lebih dari
340 gereja dandenominasi di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dan
mewakili sekitar 550 juta orang Kristen. Lihat Wikipedia Indonesia,
ensilopedia bebas berbahasa Indonesia, Dewan Gereja-gereja Se-
Dunia,http://id.wikipedia.org/wiki/Dewan_Gereja-gereja_se-Dunia,
diakses 27 Mei 2006.
32Wikipedia, the free encyclopedia, ibid.
33Alfred Guillaume, Islam (Toronto, Canada:Penguin Books,1956),
h. 190-198.
34Bambang Noorsena, Memahami Kesalahfahaman, Beberapa tema
teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,op. cit, h. 52-53
35Ibid., h. 53-54.
36Ibid., h. 57-58.
37Ibid., h. 58-59.
38Klausa Filioque (filioque artinya “dan [dari] putera” dalam Bahasa
Latin), adalah klausa penuh perdebatan yang ditambahkan ke dalam
Kredo Nicea, yang menjadi perbedaan divisif khususnya antara Gereja
Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur. Klausa ini disisipkan dalam
naskah asli Kredo Nicea yang berbunyi “Kami percaya akan Roh Kudus
... yang keluar dari Sang Bapa”, sehingga versi yang telah diberi sisipan
tersebut kini berbunyi “Kami percaya akan Roh Kudus ... yang keluar
dari Sang Bapa dan Sang Putera”. Penambahan ini diterima oleh umat
Kristiani Katolik Romawi namun ditolak oleh umat Kristiani Ortodoks
Timur. Banyak Gereja Katolik Timur tidak menggunakan klausa tersebut
dalam kredo mereka, namun mengakui dokrin yang terepresentasi di
dalamnya, karena klausa ini adalah dogma dalam iman Katolik Romawi.
Sejauh ini Gereja Protestan juga menerimanya. Klausa ini lebih sering
disebut “filioque”. Lihat Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas
berbahasa Indonesia, Filoque, http://id.wikipedia.org/wiki/Filioque, diakses
tgl. 2 Januari 2008.
39Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit.,h.20.
40Ibid., h. 21.
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 21
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
41Gelar untuk Yesus yang berasal dari bahasa Ibrani, Mesias, dalam
bhs Yunani diterjemahkan, Khristhos, bahasa Arab, Al Masih, yang berarti:
“yang telah diurapi”. Maksud gelar ini yaitu Yesus telah diurapi Allah
menjadi Juru Selamat Dunia. Lihat, Nico Syukur Dister, Kristologi, sebuah
sketsa, (Yogyakarta:Kanisius, 1993), h. 24.
42Bambang Noorsena, Memahami Kesalahfahaman, Beberapa tema
teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,op. cit, h.29.
43Anba Yuanis, ‘Aqidat Al-Masihiyyin fi al Masih, (Kairo: Mathraniyyat
al-Aqbaath Al-Orthododoks bi Al-Ghurubiyyah, 1980), h.34-35, dalam
Bambang Noorsena, Ibid., h. 16.
44Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit.,h.23.
45Lihat Taib Thahir Abdul Mu’in, Ilmu Kalam, (Jakarta: Widjaya,
1986), h.54-55.
46Ibid, h. 23, hanya saja menurut Bambang, ada kesalahan identifikasi
madzhab-madzhab Kristen di Timur Tengah, mazdhab yang digolongkan
Wahdah dianggap dianut Nestorian (lebih tepat gereja Assyria Timur
yang sebenarnya tidak pernah menjadi penganut Nestorius). Padahal
dalam ajaran ini, antara gereja-gereja di Timur (Yunani, Koptik, Syria,
Assyria Timur) sebenarnya sama. Perbedaannya justru dengan Gereja
Barat Latin dan Gereja-gereja Protestan, yang masih mempertahankan
sisipan filioque dalam Kredo Nicea / Konstantinopel.
47Mar Ignatius Ya’qub III, op. cit. h.12, dalam Bambang Norsena, op
cit, h. 34.
48Bambang Noorsena, Memahami Kesalahfahaman, Beberapa tema
teologis dalam Perjumpaan Kristen-Islam,op. cit, h. 32.
49Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam, op. cit.,h.25.
50Said Aqiel Siradj, Laa Ilaha Ilalah Juga, dalam Bambang Noorsena,
Ibid., h.165.
51Bambang Noorsena, Ibid, h. 72-75.
52Arthur Jefferey, The Foreign Vocabulary of the Qur’an,(Lahore: Al
Biruni, 1979), h. 197-199. Kata-kata Arab dalam Al-Qur’an yang berasal
dari bahasa Suryani /Aram/Syriac menurutnya antara lain: Allah, sholat,
‘Isa, al-masih, ad-dajjal, subhanallah, yang ternyata pararel dengan bentuk
suryani; Alaha, tselota,’Isha, meshiha, daggala, tehila, subh alaha. Arthur
Jeffery banyak merujuk penelitiannya ini dari Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an,
kaya Jalal ad-Din Asy-Syuyuthi. Lihat Al-Itqan, (Dar al Fikr: Kairo, tt),
juz I, bagian 38, dengan judul fima waqo’a fihi bighoiri lugotil ‘arabi.
22 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
53Mar Ignatius Efraim al-Awwal Bar Shauma, Patriarkh Antiokia dan
Pemmimpin Tertinggi Gereja Ortodoks Syria (1887-1957), menyusun buku
mengenai sholat tujuh waktu yang dilakukan oleh para pengikut gereja
ini dalam dua bahasa Suryani dan Arab dengan judul; At-Tuhfat ar-Ruhiyat
fi ash-Sholat al Fardhiyah.
54Didache atau Didakhe (Yunani Koine Äéäá÷t, Didachç), atau Ajaran-
Ajaran Rasul adalah nama yang umum diberikan kepada sebuah risalah
Kristen awal (yang diduga berasal dari suatu masa pada tiga abad pertama
sejarah Gereja), yang memuat pengajaran untuk komunitas-komunitas
Kristen. Teksnya sendiri kemungkinn merupakan katekismus tertulis
pertama, dengan tiga bagian utama yang membahas pengajaran Kristen,
ritual-ritual seperti baptisan dan ekaristi, serta organisasi gereja. Didache
dianggap oleh sebagian Bapak Gereja sebagai bagian dari Perjanjian Baru
oleh sebagian lainnya ditolak karena isinya diragukan, sehingga akhirnya
tidak diterima ke dalam kanon, kecuali Gereja Ortodoks Ethiopia yang
menerimanya dalam “kanon yang lebih luas”. Gereja Katolik Roma
menerimanya sebagai bagian dari tulisan para Bapak Rasuli. Penemuan
naskah ini pada akhir abad 19 menimbulkan gema yang hebat di kalangan
ilmiah gereja, sebab sarjana-sarjana patristik telah mengetahui
keberadaan apa yang disebut “Ajaran Rasul-rasul”, namun mereka tidak
pernah menemukan satu pun petunjuk tentangnya sampai penemuan
tersebut. Lihat, Wikipedia Indonesia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa
Indonesia, Didache, http://id.wikipedia.org/wiki/Didache, diakses tgl. 3
Desember 2007.
55 Bambang Noorsena,op. cit. , h.10-12.
56Mengetahui Ortodoks Syria, http://gereja.phpbb24.com/
viewtopic.php?t=295, diakses tgl. 27 Nopember 2007. lihat juga, Syriac
Orthodox Resources, Worship in the Syriac Orthodox Church, loc. cit.
57St. Thomas Syriac Orthodox Church, loc. cit.
58Syriac Orthodox Resources,lo. cit.
59HMO, Mauluddin Anwar, dan A. Murtafie Haris, Ada Jilbab, Khitan,
dan Jenggot, http://Groups.google.co.id/group/soc.culture.Indonesia/msg/
687942098847798, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
60Herry Mohammad, Sapto Waluyo, J. Eko Setyo Utomo, Upaya
Menemukan Kembali Akar, http://Groups.google.co.id/group/
soc.culture.Indonesia/msg/687942098847798, diakses tgl. 27 Nopember
2007.
61M.H., Titi A.S., dan Abdul Manan, Gereja dengan Haji dan Sholat,
http://jurnalis.wordpress.com/1998/10/03/gereja-dengan-haji-dan-sholat/
, diakses tgl. 27 Nopember 2007. Gambar postur-postur ibadah Yahudi
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 23
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
DAFTAR PUSTAKA
Al Kitab, Jakarta:Lembaga Al Kitab Indonesia,1993.
Alfred Guillaume, Islam, Toronto, Canada:Penguin Books,1956.
Arthur Jefferey, The Foreign Vocabulary of the Qur’an, Lahore: Al Biruni,
1979.
Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Kristen Islam,
Yogyakarta:Yayasan Andi, 2001.
Djam’annuri (ed), Agama-Agama di Dunia, Yogyakarta:IAIN Sunan
Kalijaga Press,1988.
J. H. Enklaar, Sedjarah Gereja Ringkas, Jakarta;Badan Penerbit Kristen,
1955.
Jalal ad-Din Asy-Syuyuthi. Al-Itqan, Dar al Fikr: Beirut. tt.
Nico Syukur Dister, Kristologi, sebuah sketsa, Yogyakarta:Kanisius, 1993.
Taib Thahir Abdul Mu’in, Ilmu Kalam, Jakarta: Widjaya, 1986.
Th. Van den End, Sejarah Gereja Asia, Yogyakarta:Pusat Penelitian dan
Inovasi Pendidikan “Duta Wacana”, 1988.
Internet:
FAQ, http://www.angelfire.com/journal2/iscs/faq.htm, diakses tgl. 27
Desember 2007.
Gereja Orthodox Indonesia, Sejarah Gereja Orthodox, http://
www.goina.org// uPos = L&uMenu = 10&uSys = 19&uCaption =
Sejarah%20Gereja, diakses tgl. 27 Desember 2007.
H.H. Moran Mor Ignatius Yacoub III, About the Syrian Orthodox Church,
http://www.syrianorthodoxchurch.net/Location/Global/SOC-index-
Global-en.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Herry Mohammad, Sapto Waluyo, J. Eko Setyo Utomo, Upaya
Menemukan Kembali Akar, http://Groups.google.co.id/group/
soc.culture.Indonesia/msg/687942098847798, diakses tgl. 27
Nopember 2007.
24 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
HMO, Mauluddin Anwar, dan A. Murtafie Haris, Ada Jilbab, Khitan,
dan Jenggot,http://Groups.google.co.id/group/soc.culture.Indonesia/
msg/687942098847798, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Lambertus L. Hurek, Gereja Ortodoks Syiria di Indonesia, http. //
h u r e k . b l o g s p o t . c o m / 2 0 0 5 / 1 2 /
gereja.ortodoks.syria.di.Indonesia.html., diakses tgl. 27 Desember
2007.
M.H., Titi A.S., dan Abdul Manan, Gereja dengan Haji dan Sholat,
http://jurnalis.wordpress.com/1998/10/03/gereja-dengan-haji-dansholat/,
diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Mengetahui Ortodoks Syria, http://gereja.phpbb24.com/
viewtopic.php?t=295, diakses tgl. 27 Nopember 2007.
Salim George Khalaf, “The Syriac”, Phoenician Canaanite Encyclopedia,
http://phoenicia.org/syriac.html, diakses tanggal 27 Desember 2007.
St. Thomas Syriac Orthodox Church, http://stsyriacchurch.homeip.net/
history.htm, diakses tgl. 27 Nopember 2007
Syriac Orthodox Resources, History of the Syriac Orthodox Church http:/
/sor.cua.edu/History/index.html, diakses tgl. 26 Nopember 2007.
The Syriac Orthodox Church,A Brief Overview, http://sor.cua.edu/Intro/
index.html, diakses tgl.22 Desember 2007.
Tore Kjeilen, “Syrian Orthdox Church”, Encyclopediae of The Orient,
http://i.cios.com/e.o/syr.orth.htm., diakses tgl. 27 Desember 2007.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Denominasi
Kristen, http://id.wikipedia.org.wiki.Denominasi_Kristen, diakses
tgl . 7 Mei 2007.
Wikipedia Indonesia, Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia, Didache,
http://id.wikipedia.org/wiki/Didache, diakses tgl. 3 Desember 2007.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Filoque,
http://id.wikipedia.org/wiki/Filioque, diakses tgl. 2 Januari 2008.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Gereja
Ortodoks Oriental, http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja-Ortodoks-
Oriental, diakses tgl. 29 April 2007
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 25
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Keduabelas
Rasul, “http://id.wikipedia.org/wiki/Keduabelas_Rasul, diakses tgl.
2 Januari 2008
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, Miafitisme,
http://id.wikipedia.org/wiki/Miafisitisme, diakses tgl. 27 Desember
2007.
Wikipedia Indonesia, ensilopedia bebas berbahasa Indonesia, Dewan
Gereja-gerejaSe-Dunia,http://id.wikipedia.org/wiki/
Dewan_Gereja-gereja_se-Dunia, diakses 27 Mei 2006.
Wikipedia, the free encyclopedia, Syriac Orthodox Church, http://
en.wikipedia.org/wiki/Syriac_Orthodox_Church, diakses tgl. 29
Nopember 2007.
26 Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
Teologia, Volume 19, Nomor 1, Januari 2008 27
Gereja Ortodoks Syria ... Oleh Zaenul Arifin
